Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tangani Kelangkaan BBM Bondowoso dan Jember Imbas Penutupan Jalur Gumitir, Wagub Emil Minta Masyarakat Tidak Panic Buying

Mus Purmadani • Rabu, 30 Juli 2025 | 05:50 WIB
SIDAK: Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak meninjau jalur tikungan Mbah Singo, Kabupaten Jember.
SIDAK: Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak meninjau jalur tikungan Mbah Singo, Kabupaten Jember.

RADAR SURABAYA BISNIS – Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak meninjau jalur tikungan Mbah Singo, Kabupaten Jember, Senin (28/7/2025).

Peninjauan dilakukan karena jalur Gumitir mengalami kerusakan parah meliputi retakan, lubang, gelombang dan amblasan, terutama pada tanjakan yang membahayakan kendaraan berat.

“Gumitir kalau tidak ditutup dan tidak ada perbaikan bisa lebih parah. Di sana sudah terjadi longsor dan kalau ambles, setengah tahun pengerjaan belum cukup. Jadi penutupan akses jalan untuk keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Emil, penutupan jalur Gumitir selama dua bulan harus dilakukan.

Dalam rangka penanganan longsoran dan perbaikan jalan, Emil mengatakan dilakukan pekerjaan konstruksi bored pile (borpa).

“Sekarang sedang menunggu betonnya datang. Kemudian dicor pilar sampai ke tanah keras hampir 30 meter untuk membuat jalan lebih kuat demi keselamatan warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Emil mengatakan sejauh ini, sudah ada empat borpa dan menunggu beton datang untuk kemudian langsung dilakukan pengecoran.

“Sehari 2 dan target 55 borpa bisa diselesaikan termasuk pembetulan jalan sehingga bisa cepat diselesaikan,” jelasnya.

Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan kelancaran pengerjaan ini agar selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang berupa jalan yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna.

“Kementerian PU memobilisasi dua alat sehingga yang seharusnya pengerjaan empat bulan bisa dipangkas menjadi dua bulan,” ujarnya.

Selain itu, penutupan jalan jalur Gumitir mempengaruhi banyak sektor termasuk perhubungan.

Emil mengatakan secara temporer stasiun yang nonaktif akan dihidupkan sehingga masyarakat bisa turun di stasiun yang dulunya nonaktif.

“Intinya kami pemerintah bekerja intensif dan kita bekerja demi mempercepat penyelesaian jalan Gumitir. Semoga segera bisa kita selesaikan,” jelasnya.

Diketahui dampak penutupan jalan nasional di jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menimbulkan kemacetan di beberapa wilayah terdampak.

Penutupan yang berlangsung selama dua bulan kedepan sampai dengan 24 September 2025 mendatang, memberikan dampak pada mobilitas masyarakat dan sektor lainnya, termasuk energi untuk distribusi BBM dan LPG.

Emil mengatakan terjadi kelangkaan BBM di Bondowoso dan Jember.

Hal ini menjadi tantangan yang dihadapi karena jembatan Besuk Kobokan atau yang dikenal Jembatan Gladak Perak diperbaiki hingga Oktober 2025.

Sehingga kendaraan tidak melewati Gumitir dan tidak melewati Besuk. Melainkan harus melewati arak-arak, Bondowoso.

“Hal ini mempengaruhi kuota BBM yang kalau melewati Gumitir 32 Kilo Liter (KL), maka sekarang 24 dan 16 KL. Kemudian 16 KL dan 24 KL yang dari Bondowoso akan lewat Besuki sedangkan Jember akan melewati Lumajang,” katanya.

Untuk sementara waktu pelayanan BBM di wilayah di Jember dan Bondowoso disuplai dari Malang dan Surabaya.

Selain itu Emil mengingatkan agar masyarakat tidak panic buying karena stok dan armada sudah dilakukan oleh Pertamina untuk mempercepat proses pemulihan cadangan BBM.

Sementara itu Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Perhubungan dan Pertamina Patra Niaga pasca kemacetan panjang akibat penutupan sementara Jalur Nasional Gumitir.

“Kadin Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas respon cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Perhubungan, dan Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kelancaran distribusi energi dan logistik di wilayah terdampak,” ungkap Adik.

Adik menyampaikan bahwa saat ini dunia usaha di wilayah Jatim tetap dapat menjalankan aktivitas dengan baik, seiring langkah mitigasi yang telah diambil pemerintah dan Pertamina.

Dia menyebutkan, beberapa langkah yang telah dilakukan Pemprov Jatim di antaranya dengan berkirim surat ke Menhub.

“Gubernur Jawa Timur bersurat kepada Kementerian Perhubungan untuk penambahan kapal penyeberangan guna mengurai antrean di Pelabuhan Ketapang,” terangnya.

Selain itu Pertamina Patra Niaga juga melakukan alih suplai distribusi energi melalui jalur alternatif dan penambahan 79 unit mobil tangki dari Banyuwangi, Surabaya, dan Malang.
“Pertamina senantiasa melakukan koordinasi dengan Kepolisian untuk memberikan prioritas akses kendaraan pengangkut BBM dan LPG. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah penambahan suplai dari Fuel Terminal Tuban dan Madiun,” ungkap Adik.

Dengan berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan sejumlah stakeholder tersebut, maka Kadin Jatim mengimbau kepada pelaku usaha di wilayah Besuki untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Distribusi energi dan logistik tetap berjalan, dan stok BBM serta LPG dalam kondisi aman dan terkendali.

“Kami juga membuka jalur komunikasi dan koordinasi bagi dunia usaha yang membutuhkan pendampingan atau mengalami kendala operasional selama masa penutupan jalur berlangsung,” pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Tanjakan #Mbah Singo #panic buying #tikungan #Jalur Gumitir #wagub emil #bondowoso #bbm #kadin jatim #pertamina #jember #Gelombang