Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pembangunan Infrastruktur di Kota Surabaya Disorot Politisi Golkar

Dimas Mahendra • Senin, 30 Juni 2025 | 14:38 WIB
Politisi Golkar Achmad Nurdjayanto
Politisi Golkar Achmad Nurdjayanto

RADAR SURABAYA BISNIS – Infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan penting di sebuah wilayah.

Termasuk di Surabaya, Pemerintah Kota terus melakukan pembangunan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan warganya.

Salah satu infrastruktur yang konsisten dibangun di Kota Pahlawan adalah jalan.

Jalan menjadi pilihan karena Surabaya menjadi sentral di Kawasan Surabaya Raya.

Surabaya menjadi tulang punggung Kawasan di sekitarnya, seperti Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah kota.

Ia menyoroti dua proyek strategis yaitu Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) sebagai penopang utama mobilitas dan akses warga dalam lima tahun ke depan.

“JLLB di wilayah barat sangat dibutuhkan karena kawasan itu berkembang pesat sebagai permukiman baru. Jalur ini juga akan menjadi penghubung penting ke Gresik,” kata Achmad, Minggu (29/6/2025).

Sementara itu, JLLT yang membentang di timur kota dinilai punya peran vital sebagai koridor logistik.

Jalur ini menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak di utara dengan Bandara Juanda dan wilayah Sidoarjo di selatan.

“JLLT bukan sekadar jalan, tapi jalur ekonomi. Ini bisa mengurangi beban lalu lintas di tengah kota karena kendaraan berat tidak perlu masuk pusat kota lagi,” jelas politisi Golkar itu.

Achmad juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di kawasan perkampungan.

Ia menegaskan, infrastruktur seperti jalan lingkungan dan sistem drainase harus tetap menjadi prioritas agar warga di kawasan pinggiran juga merasakan dampak pembangunan.

“Jangan sampai pembangunan hanya terpusat di tengah kota. Infrastruktur di kampung juga harus dibenahi. Kalau ini dijalankan, Surabaya akan tertata secara paripurna,” tegasnya.

Pembangunan JLLB dan JLLT ini sejalan dengan visi besar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang dipaparkan dalam rapat paripurna DPRD pada 3 Maret 2025 lalu.

Dalam pidato politiknya, Eri menyampaikan berbagai tantangan fiskal dan kebutuhan anggaran besar di sejumlah sektor strategis.

Penanganan banjir yang masih dominan di kawasan permukiman memerlukan anggaran hingga Rp 9,6 triliun.

Sementara itu, alokasi untuk pendidikan dan kesehatan masing-masing mencapai Rp 2,5 triliun dan Rp 2,7 triliun.

Untuk mendukung pelayan publik seperti RT, RW, guru ngaji, dan pengurus rumah ibadah, Pemkot Surabaya mengalokasikan sekitar Rp 1,4 triliun per tahun.

Dari sisi infrastruktur, pembangunan jalan kota dan kampung, termasuk proyek seperti JLLB dan underpass Taman Pelangi, diperkirakan membutuhkan dana Rp 10,6 triliun.

Program sosial seperti perbaikan 8.176 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) juga mendapat perhatian, dengan alokasi anggaran Rp 286 miliar.

Sedangkan untuk jaminan kesehatan semesta, anggaran disiapkan sebesar Rp 450 miliar.

Pemkot Surabaya juga mengalokasikan Rp 55 miliar untuk beasiswa lebih dari 3.600 pelajar dan mahasiswa, serta Rp 280 miliar untuk penerangan jalan umum di hampir 30 ribu titik.

Semua kebutuhan tersebut belum termasuk program strategis lainnya seperti penguatan UMKM, pengembangan balai RW, ketahanan pangan, serta sektor pariwisata, olahraga, dan kebudayaan. (dim/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#infrastruktur #pemerataan #golkar #politisi #surabaya #Achmad Nurdjayanto