Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pertamina Siapkan Rute Alternatif Pengiriman BBM untuk Antisipasi Penutupan Selat Hormuz Imbas Perang Iran-Israel

Nofilawati Anisa • Selasa, 24 Juni 2025 | 04:07 WIB

ILUSTRASI: Dua truk siap-siap mendistribusikan BBM Pertamina.
ILUSTRASI: Dua truk siap-siap mendistribusikan BBM Pertamina.


RADAR SURABAYA BISNIS - Pertamina mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz imbas perang Iran Israel.

Salah satunya dengan menyiapkan rute alternatif distribusi minyak mentah, yakni Oman dan India.

Langkah ini sebagai respons dari Parlemen Republik Islam Iran yang menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel.

"Pertamina telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengamankan kapal kita, mengalihkan rute kapal ke jalur aman melalui Oman dan India,” ujar Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, Senin (23/6).

Fadjar menuturkan, penutupan Selat Hormuz tentu berdampak pada distribusi minyak mentah.

Sebab selat tersebut dilalui oleh 20 persen pelayaran minyak mentah.

Meskipun demikian, Fadjar mengatakan, stok minyak mentah di dalam negeri masih aman.

Biaya operasional yang akan dipengaruhi oleh perubahan rute pelayaran saat ini masih dikalkulasi.

“Terkait biaya operasional masih kami periksa. (Stok minyak) sejauh ini masih aman,” ujar dia.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Muhammad Baron juga mengatakan, selain menyiapkan rute alternatif, PIS mengutamakan keselamatan awak dan kapal PIS.

“Kami utamakan faktor keselamatan awak dan kapal PIS, sehingga terkait rencana penutupan (Selat Hormuz), kami akan menjalankan rencana rute alternatif untuk menjamin rantai pasokan,” kata Baron.

Ia menuturkan, PIS akan mengangkut minyak sesuai dengan rute pasokannya dan kebutuhan Indonesia.

“(Alternatif) rute yang dimaksud akan kami lakukan sesuai kebutuhan,” ujar dia.

Terpisah, PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri masih dalam kondisi aman, meskipun situasi geopolitik global tengah memanas akibat konflik antara Iran dan Israel.

“Untuk stok (BBM) saat ini aman,” ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, Senin (23/6).

Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat sejak Jumat (13/6) ketika Israel melancarkan serangan udara di sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir.

Serangan Israel memicu Teheran untuk melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik di negara tersebut pada hari yang sama.

Otoritas Israel menyebut sekurangnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran.

Sementara, 430 warga Iran tewas dan lebih dari 3.500 lainnya terluka dalam serangan Israel ke negara tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Iran. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#iran #antisipasi #perang #bbm #stok #Israel #pertamina #minyak #mentah #selat hormuz #rute #distribusi #india