Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Wijaya Karya Sebut Progres Pembangunan Tol Probowangi Paket 3 Sentuh 74,9 Persen

Nofilawati Anisa • Sabtu, 15 Maret 2025 | 01:21 WIB

 

INFRASTRUKTUR: Tol Probowangi diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalur arteri, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah Probolinggo, Banyuwangi dan sekitarnya.
INFRASTRUKTUR: Tol Probowangi diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalur arteri, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah Probolinggo, Banyuwangi dan sekitarnya.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) melaporkan jika salah satu proyek yang digarap, yaitu Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Paket 3, telah mencapai progres 74,9 persen.

Proyek Jalan Tol Probowangi ini ditargetkan rampung tahun 2025 ini juga.

Direktur Utama Wika Agung Budi Waskito mengatakan, proyek Tol Probowangi merupakan salah satu komitmen perseroan dalam mendukung Asta Cita Pemerintah.

"Pembangunan infrastruktur ini mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat konektivitas antar wilayah, dan mendukung perekonomian nasional. Wika yakin dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memfasilitasi transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan," kata Budi Waskito dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Jalan Tol Probowangi dibangun untuk menambah akses antara wilayah Probolinggo dan Banyuwangi yang selama ini hanya memiliki akses jalur arteri.

Perseroan berharap, hadirnya Jalan Tol Probowangi dapat mengurangi kepadatan di jalur arteri, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah Probolinggo, Banyuwangi dan sekitarnya.

“Melalui Tol Probowangi, waktu tempuh diperkirakan akan berkurang sekitar 30-50 persen, sehingga mengefisiensikan konsumsi bahan bakar,” lanjutnya.

Secara keseluruhan, Tol Probowangi ini juga diproyeksikan mampu menurunkan biaya logistik sebesar 10-20 persen.

Dalam pembangunan proyek ini, Wika mengimplementasikan teknologi mutakhir, yaitu penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk efisiensi perencanaan dan desain.

Wika juga melakukan penerapan teknologi geoteknik melalui pemanfaatan drone dan pemetaan 3D untuk survei tanah yang lebih akurat.

Selain itu, perseroan juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal dan subkontraktor lokal.

Sebagai penerapan ESG unggul, Wika menyampaikan, perseroan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dalam proses pembangunannya.

Hal ini dilakukan melalui Program Tanggung Jawab Sosial (TJSL), dimana Wika terlibat dalam bantuan pembangunan fasilitas desa, penanaman pohon, serta pencegahan banjir untuk daerah sekitar proyek.

Wika menegaskan komitmennya dalam menyediakan infrastruktur berkualitas untuk mendukung konektivitas antar wilayah dan pengurangan biaya logistik di Indonesia.

Sebagai perusahaan EPCC terdepan, Wika berkomitmen terus menghadirkan solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berdampak sosial positif.

Sebelumnya, Wika terus berupaya mewujudkan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Akses Patimban Paket 4 di Subang, Jawa Barat.

Infrastruktur ini akan menjadi simpul penting dalam rantai konektivitas antara kawasan industri di Jawa Barat dengan Pelabuhan Patimban, memperlancar arus logistik, hingga mendukung pengembangan wilayah Kabupaten Subang dan sekitarnya.

Hingga Januari 2025, progres pekerjaan proyek ini telah mencapai 38 persen dengan sejumlah lingkup pekerjaan yang telah terealisasi.

Di antaranya pekerjaan tanah, pemasangan PCU Girder untuk Interchange 02 dan 03, pemancangan Concrete Spun Pile Jembatan Sungai Cipunagara, pekerjaan Pile Head dan pengecoran Slab pada Pile Slab 18 hingga 21, serta pengaspalan pada Relokasi Jalan Akses Pelabuhan Patimban.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan lean construction dan keberlanjutan, Wijaya Karya menggunakan inovasi metode kerja Hydraulic Static Pile Driver (HSPD).

Dimana tiang pancang ditekan ke dalam tanah menggunakan tekanan hidrolik tanpa menimbulkan getaran.

Penggunaan HSPD memiliki beberapa keunggulan, seperti pemasangan yang lebih cepat dan efisien, meningkatkan presisi, serta meminimalkan risiko pengerjaan ulang (rework).

Selain itu, teknologi ini lebih ramah lingkungan karena mengurangi kebisingan, polusi asap, dan potensi dampak terhadap bangunan di sekitar proyek.

Selain proses pembangunannya yang ramah lingkungan, pembangunan Tol Akses Patimban juga menghasilkan multiplier effect yang tinggi.

Di antaranya penciptaan lapangan kerja melalui pemberdayaan masyarakat setempat, di mana proyek ini telah menyerap 102 tenaga kerja local. (uta/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Tol Probowangi #perekonomian nasional #jalur arteri #biaya logistik #wijaya karya #Building Information Modeling