RADAR SURABAYA BISNIS - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak optimistis keberadaan pintu Tol Besuki dalam rangkaian Tol Probolinggo – Banyuwangi (Probowangi) bisa beroperasi penuh tahun depan.
Selaras dengan aksesibilitas pintu Tol Besuki tersebut, Emil mengajak untuk menggali keunggulan potensi wisata di Bondowoso.
"Kita persiapkan dari sekarang komoditi keunggulan wisatanya seperti apa. Dan harus dicari pembeda daya tarik wisata antara Bromo dengan Ijen. Mungkin, Mencicipi Minum Kopi Ijen dari Bondowoso," tegasnya usai Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso di Kantor DPRD Bondowoso, Kamis (6/3/2025).
Emil berharap Bondowoso bisa dioptimalkan potensi wisatanya.
Terlebih, jika Akses Jalan Tol yang terhubung membuat masa tempuh waktu dari dan menuju Bondowoso memakan waktu yang singkat.
"Saya optimis kalau jalan tol yang terhubung dari Gending menuju Kraksan terhubung akan mengoptimalkan sektor wisata di Bondowoso yang memiliki keindahan pemandangan gunung. Ini bisa menarik wisatawan dari Surabaya, Sidoarjo dan daerah lain ketika mencari wisata Pantai ke Situbondo namun Wisata Alam harus pergi ke Bondowoso," jelasnya.
Emil juga membagikan kiat untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bondowoso.
"Data BPS secara statistik menunjukkan bahwa Angka Kemiskinan di Bondowoso masih cukup tinggi. Namun, saya percaya melalui program, metode dan pendekatan pendekatan baru dari Pak Bupati persoalan kemiskinan bisa dientaskan," katanya.
Emil mengatakan, pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintahan saat ini dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Selaras dengan kebijakan dari pemerintah pusat, hendaknya pemerintah daerah harus melakukan konfigurasi anggaran yang harus dioptimalkan sehingga bisa mendanai pengentasan kemiskinan dan percepatan ekonomi di daerah.
Di Kabupaten Bondowoso sendri, lanjut Emil, tercatat persentase penduduk miskin sebesar 12,1 persen atau penduduk miskin mencapai 99.620 orang.
“Oleh karena itu, dibutuhkan metode ataupun langkah dan kolaborasi sehingga bisa di mitigasi penanganan secara terstruktur. Dan Pemprov Jatim juga memiliki metode pemberian berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, terdapat dua cara menolong dan membantu masyarakat miskin pertama yakni memberikan bantuan dan mengurangi beban miskin melalui akses pendidikan serta pendidikan gratis.
"Penyalurannya harus tepat sasaran. Jangan sampai ada pemotongan anggaran. Ataupun terbebani dengan adanya pungutan pungutan di sekolah. Dan ini yang harus kita berantas bersama sama," tegasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa