Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Waskita Karya Mundur dari Bisnis Jalan Tol, Ada Apa?

Nofilawati Anisa • Kamis, 6 Maret 2025 | 13:07 WIB
MEGAH: Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
MEGAH: Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Waskita Karya (Persero) Tbk membuat keputusan mengejutkan.

BUMN konstruksi itu tidak akan masuk ke bisnis jalan tol setelah melakukan divestasi seluruh aset jalan tol.

Perusahaan dengan kode saham WSKT kembali ke core business perusahaan sebagai perusahaan konstruksi.

"Setelah kita melakukan divestasi seluruh jalan tol, kita tidak akan masuk ke jalan tol kecuali ada penugasan. Divestasi jalan tol kita lakukan sesegera mungkin," ujar Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho di Jakarta dilansir dari Antara, Rabu (5/3/2025).

Waskita berencana akan melakukan divestasi sejumlah aset tol yang dikelola di bawah PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), PT Cimanggis - Cibitung Tollways (CCT), PT Hutama Marga Waskita (HMW) pada tahun ini.

"Semakin cepat semakin baik kita bisa melakukan divestasi, paling tidak kita bisa mengurangi liabilitas yang menjadi kewajiban manajemen untuk menguranginya," kata Muhammad Hanugroho.

Divestasi jalan tol merupakan salah satu upaya dan fokus Waskita ke depan.

Melakukan divestasi atas sisa ruas tol sebagai salah satu sumber pembayaran kewajiban keuangan.

Sebagai BUMN konstruksi yang memiliki pengalaman lebih dari 64 tahun, ke depannya Waskita akan terus menjaga stabilitas keuangan serta melakukan divestasi jalan tol.

Kemudian, mengembalikan core business perusahaan sebagai perusahaan konstruksi yang berfokus pada sektor gedung, infrastruktur air, jalan, dan jembatan.

BUMN Konstruksi seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk dinilai memegang peranan vital dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Berkat pembangunan yang dilakukan BUMN konstruksi, sejumlah infrastruktur memadai bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Maka agar bisa terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan pertumbuhan ekonomi, Waskita telah menyusun rencana kerja dan peta jalan untuk tahun ini.

Salah satunya dengan menempatkan restrukturisasi keuangan sebagai pilar utama.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, keberhasilan implementasi pilar tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan sejumlah pilar strategis lainnya ke depan.

Ia menambahkan, persetujuan Master Agreement Restructuring (MRA) 2024 telah tercapai sesuai target.

Dirinya menyebutkan, dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2024-2029, Perseroan telah menetapkan beberapa pilar strategis lainnya, yaitu pengembangan usaha, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), Governance Risk & Compliance (GRC), serta digitalisasi.

Melalui keempat pilar ini, diharapkan visi Waskita menjadi perusahaan terdepan dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan dapat tercapai.

Terkait pertumbuhan usaha, kata Ermy, Perseroan fokus pada perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB).

Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, Waskita membentuk Komite Manajemen Risiko, untuk menilai risiko dan kelayakan proyek, sebelum memutuskan untuk mengambil suatu proyek dan melakukan tender. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Muhammad Hanugroho #waskita karya #jalan tol #divestasi #bumn konstruksi