Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dukung Akselerasi Kendaraan Listrik, PLN Bangun 2.152 SPKLU di sepanjang Tahun 2024. Naik Hampir 300 Persen

Nofilawati Anisa • Selasa, 11 Februari 2025 | 14:07 WIB
ISI: Petugas PLN membantu pengguna kendaraan listrik melakukan pengisian daya di SPKLU Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera.
ISI: Petugas PLN membantu pengguna kendaraan listrik melakukan pengisian daya di SPKLU Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera.

RADAR SURABAYA BISNIS – Jumlah kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia, baik kendaraan roda dua atau empat, terus bertambah.

Demi memberikan kenyamanan bagi pengguna EV, PT PLN (Persero) terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di seluruh Indonesia.

Komitmen ini dibuktikan dengan penambahan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terus digencarkan PLN.

Sepanjang tahun 2024, PLN telah menambah SPKLU hingga 299 persen.

Kalau di tahun 2023 PLN punya 1.081 unit SPKLU, setahun berikutnya atau di 2024 menjadi menjadi 3.233 unit.

Berarti di sepanjang tahun 2024, PLN telah membangun 2.152 unit SPKLU.

Penambahan juga menyasar fasilitas Home Charging Services (HCS) yang turut melonjak 302 persen, dari 9.393 unit di 2023 menjadi total 28.356 unit di 2024.

Kemudian, PLN juga meningkatkan jumlah Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang naik menjadi 9.956 unit di 2024 untuk memastikan ekosistem EV semakin kokoh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan PLN berkomitmen mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang kokoh di Indonesia melalui pembangunan infrastruktur pendukung EV secara masif.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengurangan emisi karbon menuju Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060.

"Sebagai BUMN yang bergerak di sektor ketenagalistrikan, PLN berkomitmen penuh untuk mendukung Pemerintah dalam memastikan percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Pembangunan infrastruktur EV secara merata penting untuk memfasilitasi penggunaan EV di Tanah Air yang semakin masif," ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Selasa (11/2/2025).

Selain peningkatan jumlah infrastruktur, Darmawan mengungkapkan bahwa jumlah transaksi dan konsumsi listrik dari EV juga mengalami pertumbuhan yang signifikan sepanjang 2024.

Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah transaksi di SPKLU yang melonjak hingga 337 persen menjadi 402.509 kali transaksi dibandingkan di 2023 yang sebesar 119.600 kali transaksi.

Selain itu, dari total SPKLU yang ada, tercatat konsumsi listrik yang diserap oleh EV juga meningkat pesat sebesar 370 persen, dari 2,4 juta kilowatt hour (kWh) di 2023 menjadi 9,1 juta kWh di 2024.

Kemudian dari SPLU tumbuh 176 persen, dari 7,3 juta kWh di 2023 menjadi 12,8 juta kWh di 2024.

Sedangkan dari HCS melonjak hingga 403 persen, dari 2,9 juta kWh di 2023 menjadi 11,8 juta kWh di 2024.

"Hadirnya ekosistem EV yang semakin kokoh melalui ketersediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di seluruh Indonesia, tentunya akan memberikan kenyamanan bagi para pengguna. Peningkatan ini menunjukkan adanya respons positif dari masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan," ucap Darmawan.

Darmawan melanjutkan, selama tahun 2024 PLN terus menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung charging EV dan mendorong penggunaan kendaraan listrik secara masif.

Hal ini diwujudkan lewat dukungan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di berbagai titik-titik strategis.

Seperti pusat perbelanjaan, pusat bisnis dan perkantoran, di lokasi destinasi wisata, hingga di sepanjang ruas jalur mudik.

Darmawan memastikan bahwa PLN akan terus meningkatkan jumlah SPKLU yang kini telah tersebar di 2.306 lokasi di seluruh Indonesia.

Peningkatan jumlah SPKLU paling signifikan terjadi di sepanjang ruas jalur Trans Jawa dan Trans Sumatra.

Guna memenuhi kebutuhan pengendara EV di jalur-jalur utama, tercatat PLN telah menyediakan 500 unit SPKLU di 297 lokasi di sepanjang ruas jalur Trans Jawa dan Trans Sumatra.

“PLN ingin memastikan masyarakat pengguna EV di Indonesia dapat melakukan perjalanan senyaman mungkin. Dalam hal ini, kami telah menganalisis pola konsumsi pengguna SPKLU dan kami petakan dari tahun sebelumnya, termasuk penggunaan SPKLU yang terus meningkat di sepanjang jalur Trans Jawa dan Trans Sumatra,” ungkap Darmawan.

Darmawan menyebut, berbagai kebijakan dan strategi yang dijalankan untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air semakin lengkap dengan hadirnya PLN Mobile.

Melalui PLN Mobile, pengguna EV dapat memanfaatkan berbagai fitur yang ada untuk membantu perjalanan dan kenyamanan saat menggunakan kendaraan listrik. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#infrastruktur #home charging services #darmawan prasodjo #pln #electric vehicle #stasiun pengisian listrik umum #Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) #ekosistem