Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Surabaya Akan Terapkan Teknologi Moderen dan Berkelanjutan dalam Pengelolaan Drainase untuk Atasi Banjir

Dimas Mahendra • Sabtu, 8 Februari 2025 | 00:10 WIB
SIBUK: Petugas melakukan penanganan banjir di sejumlah titik di Kota Surabaya beberapa waktu lalu.
SIBUK: Petugas melakukan penanganan banjir di sejumlah titik di Kota Surabaya beberapa waktu lalu.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pmekot) Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya tengah merancang inovasi penanganan banjir yang lebih modern dan berkelanjutan.

Berbagai strategi baru akan diterapkan, termasuk penggunaan teknologi dalam sistem drainase dan pengelolaan air guna mempercepat surutnya genangan di berbagai titik.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen permasalahan banjir di Surabaya telah tertangani.

Namun, masih diperlukan solusi yang lebih efektif agar setiap genangan dapat surut dalam hitungan jam.

"Kami ingin menghadirkan inovasi dalam perbaikan sistem saluran air, perawatan drainase, serta pengelolaan debit air hujan agar tidak menyebabkan luapan sungai," jelas Achmad, Jumat (7/2/2025).

Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan drainase saat ini adalah ketergantungan pada tenaga manusia dalam pembersihan dan perawatan saluran air.

Oleh karena itu, DPRD dan pemerintah kota tengah mengkaji opsi pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efektivitas sistem drainase.

"Kami mendorong agar pengelolaan drainase tidak hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi juga memanfaatkan teknologi. Ini termasuk sistem pemantauan aliran air berbasis IoT, penggunaan pompa otomatis, serta peralatan mekanis untuk membersihkan sedimen di dalam saluran," ujar anggota Pansus Raperda Penanganan Banjir itu.

Selain itu, pihaknya juga berencana menggandeng sektor swasta untuk turut serta dalam upaya pengelolaan air dan drainase di Kota Pahlawan.

"Penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah kota. Harus ada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak ketiga, termasuk sektor swasta, agar solusi yang diterapkan lebih optimal," tambahnya.

Mengacu pada posisi Surabaya sebagai kota hilir di Provinsi Jawa Timur, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan daerah sekitar menjadi sangat penting.

DPRD dan Pemkot Surabaya akan bersinergi dengan Pemprov Jatim untuk menyinkronkan aliran sungai, guna mencegah terjadinya penumpukan air dari daerah hulu.

"Kami ingin memastikan bahwa Surabaya tidak menjadi tandon air bagi daerah lain. Maka dari itu, diperlukan koordinasi lintas wilayah agar pengelolaan aliran sungai lebih merata dan tidak membebani Surabaya saat musim hujan," tegas Achmad.

Selain inovasi teknologi, DPRD Surabaya juga akan mengawasi efektivitas penggunaan anggaran dalam penanganan banjir.

Achmad menegaskan bahwa alokasi belanja daerah harus lebih terarah agar tidak terjadi pemborosan.

"Kami akan mengkaji program mana yang benar-benar efektif dan harus diprioritaskan. Setiap rupiah anggaran harus menghasilkan solusi yang nyata bagi masyarakat dalam mengatasi banjir," pungkasnya.

Dengan berbagai inovasi ini, diharapkan Surabaya dapat memiliki sistem penanganan banjir yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan, sehingga genangan tidak lagi menjadi masalah besar di musim hujan. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#dprd kota surabaya #Komisi C #saluran air #atasi banjir #pemkot surabaya #Achmad Nurdjayanto