Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

PLN Nusantara Power Dapat Tambahan Kapasitas 650 MW

Nofilawati Anisa • Senin, 27 Januari 2025 | 00:43 WIB
MEGAH: PLTGU Muara Tawar memiliki total kapasitas 2.700 MW dan menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik nasional, terutama di Jabodetabek.
MEGAH: PLTGU Muara Tawar memiliki total kapasitas 2.700 MW dan menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik nasional, terutama di Jabodetabek.

RADAR SURABAYA BISNIS - PLN Nusantara Power (PLN NP) menambah kapasitas mesin pembangkit setelah diresmikannya Add On Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (20/1/2025).

Presiden Prabowo menilai, pengembangan sektor ketenagalistrikan memegang peranan vital dalam upaya mencapai swasembada energi berkelanjutan.

“Tidak banyak negara yang diberkahi sumber daya energi seperti Indonesia. Kita harus memastikan bahwa kekayaan ini digunakan untuk mewujudkan kemandirian energi, tanpa bergantung pada negara lain,” tegas Presiden Prabowo.

Add on PLTGU Muara Tawar dengan kapasitas 650 Mega Watt (MW) menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang ketenagalistrikan yang meliputi 26 pembangkit listrik serta 11 transmisi dan Gardu Induk di 18 provinsi.

Kini PLTGU Muara Tawar memiliki total kapasitas 2.700 MW dan menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik nasional.

Terutama dalam mendukung daerah penting di sekitar Jabodetabek.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan pentingnya peran PLN dalam mendukung visi pemerintah terkait kemandirian energi dan pembangunan ekonomi.

Fokus utama PLN adalah mempercepat transisi energi melalui pengembangan infrastruktur berbasis EBT.

“Dengan transisi energi yang tepat, kita dapat menciptakan keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen,” kata Darmawan.

PLTGU Muara Tawar berperan sebagai pembangkit peaker, yaitu pembangkit yang dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada saat beban puncak.

Kemampuan respons cepat dari turbin gasnya memungkinkan pembangkit ini untuk segera beroperasi saat permintaan listrik meningkat tajam, sehingga menjaga kestabilan pasokan listrik.

Selain itu, PLTGU ini juga dilengkapi dengan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) Plant yang mendukung pemulihan sistem kelistrikan Jamali ketika terjadi gangguan atau blackout.

Add-on PLTGU Muara Tawar dibangun di atas lahan strategis di Kecamatan Tarumajaya yang dimiliki PLN NP sejak 2008.

Proyek ini mampu menyerap tenaga kerja lokal hingga 1.140 orang dengan penyerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapa 34,76 persen.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyoroti pentingnya PLTGU Muara Tawar sebagai penggerak utama keandalan listrik di area Jakarta.

Ia menegaskan, pembangkit ini berperan besar dalam menjaga pasokan listrik untuk kebutuhan VVIP seperti gedung pemerintahan dan Istana Presiden, dengan operasional yang selalu memenuhi standar global.

"Melalui add on PLTGU Muara Tawar, juga mampu mengurangi emisi CO2 sebanyak 417.195 ton CO2 pertahunnya," ungkap Ruly Firmansyah.

Dengan berbagai peran strategis tersebut, PLTGU Muara Tawar terus berkontribusi signifikan dalam mendukung keandalan dan stabilitas sistem ketenagalistrikan nasional, memastikan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat dan industri di Indonesia. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#darmawan prasodjo #PLTGU Muara Tawar #pln #Proyek Strategis Nasional (PSN #PLN Nusantara Power