RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan bersama Kemenko Bidang Pangan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (7/1/2025) lalu, meminta khusus di Pulau Jawa, normalisasi irigasi harus dipercepat.
Karena wilayah ini merupakan lumbung pangan nasional dengan potensi produksi yang sangat besar.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), ada 488.379 hektare sawah nonirigasi di Jatim.
Lahan-lahan itu hidup dari air hujan dan sumber air dari alam. Jika sarana irigasi diperkuat, maka sawah nonirigasi itu bakal lebih produktif.
Diketahui Untuk tahun 2025, Jatim mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp 45,4 miliar untuk rehabilitasi daerah irigasi (DI).
Proyek itu digarap di enam DI dengan total luas 5.281 hektare.
Pemprov Jatim juga mengalokasikan Rp 16 miliar khusus pengairan di Jember yang digunakan untuk menangani bendung pengendali sedimennya.
"Tidak saja untuk menangkal banjir. Ini juga untuk memperkuat suplai air ke lahan pertanian," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa