Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kawasan Kota Lama jadi Proyek Percontohan Penataan Utilitas di Kota Surabaya

Dimas Mahendra • Senin, 16 Desember 2024 | 23:48 WIB
BERSIH: Kawasan kota lama menjadi percontohan penataan utilitas bawah tanah dengan menerapkan sistem ducting.
BERSIH: Kawasan kota lama menjadi percontohan penataan utilitas bawah tanah dengan menerapkan sistem ducting.

RADAR SURABAYA BISNIS – Penataan utilitas di Kota Surabaya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Kabel utilitas yang semrawut dan menggantung di sejumlah sudut kota tidak hanya mengurangi estetika, tetapi juga mengancam keselamatan warga.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi C DPRD Surabaya Josiah Michael menilai, Pemkot perlu mengambil langkah strategis untuk menata utilitas bawah tanah secara lebih komprehensif dengan menerapkan sistem ducting.

Sebagai percontohan, apa yang sudah dilakukan pemkot di Kawasan Wisata Kota Lama sebenarnya sudah sangat bagus.

Menurutnya, penataan di kawasan tersebut bisa menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain.

"Kita melihat yang sudah berhasil dicontohkan oleh pemkot adalah penataan utilitas di Kota Lama. Kami berharap penataan yang komprehensif seperti ini dapat terus berlanjut dan mencakup seluruh kawasan di kota Surabaya," kata Josiah, Senin (16/12).

Legislator dari Fraksi PSI itu menyampaikan, permasalahan kabel utilitas semrawut bukanlah isu baru di Surabaya.

Dengan bertambahnya penyedia layanan dan berkembangnya kota, kondisi ini semakin kompleks dan perlu mendapat perhatian serius.

"Kondisi ini sudah sangat mengganggu dan mendesak untuk segera ditangani," ujar Josiah.

Kondisi kabel yang semrawut dan terkadang menjuntai hingga ke bawah menurut dia sangat membahayakan. Tentunya juga kurang elok untuk dipandang.

"Jadi sudah sewajarnya jika utilitas ini bisa ditata di underground supaya tidak mengganggu," tuturnya.

Dia menjelaskan, salah satu hambatan terbesar dalam penataan utilitas adalah keberatan para pengusaha untuk memindahkan jaringan kabel mereka ke bawah tanah.

Menurut Josiah, ini sering disebabkan oleh kekhawatiran pengusaha akan biaya tambahan yang harus dikeluarkan, baik untuk pemindahan maupun sewa infrastruktur bawah tanah.

"Tentu ini menjadi PR tersendiri. Kita meminta supaya pemerintah kota bisa tegas dalam menghadapi para pengusaha ini karena kalau tidak diberi sanksi, mereka enggak akan pernah mau turun," pungkasnya. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#ducting #proyek percontohan #kawasan kota lama #pemkot surabaya #penataan utilitas