Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) jadi Inisiatif Pemerintah untuk Kejar Target Pertumbuhan 8 Persen

Nofilawati Anisa • Selasa, 10 Desember 2024 | 00:13 WIB

 

INDUSTRI: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik menjadi salah satu alat pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi delapan persen.
INDUSTRI: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik menjadi salah satu alat pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi delapan persen.

RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) menjadi salah satu inisiatif pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen per tahun.

Masifnya aliran investasi yang masuk serta aktivitas industri dari 24 KEK yang sudah ditetapkan pemerintah, dapat memacu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

"Mengingat arahan Presiden dalam mengejar pertumbuhan ekonomi delapan persen, salah satunya inisiatif yang dapat mewujudkan ini adalah lewat KEK," kata Airlangga saat menyampaikan pidato kunci dalam acara Indonesia SEZ Business Forum 2024 di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin (9/12).

Ia menuturkan di negara lain seperti China, Vietnam, dan Thailand, konsep KEK telah lebih dulu dikembangkan.

Maka dari itu, Indonesia juga harus turut mulai berfokus membangun KEK yang produktif guna mengejar ketertinggalan dengan negara ASEAN lainnya.

"Kita tidak punya waktu banyak, target kita (pengembangan KEK) tiga sampai empat tahun," jelas Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga menilai kondisi geopolitik saat ini justru menjadi momentum bagi pengembangan KEK Indonesia.

Ia pun menyinggung ketidakstabilan politik di Korea Selatan dan tumbangnya rezim Bashar al-Assad di Suriah yang dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meyakinkan para investor bahwa sistem politik di kawasan ASEAN, khususnya Indonesia termasuk paling stabil.

"Saya pikir tensi geopolitik masih tingi, ASEAN jadi salah satu wilayah yang aman, politiknya stabil, dan (ekonomi) terus tumbuh dalam dua dekade. Kita harus raih kesempatan emas ini, sebab kesempatan emas tidak datang dua kali. Kita harus berkompetisi dengan Thailand, dengan Vietnam," tuturnya.

Adapun realisasi investasi KEK secara kumulatif telah mencapai Rp 242,5 triliun hingga kuartal III/2024.

Sementara, penyerapan tenaga kerja hingga September mencapai 151.260 orang dengan 394 pelaku usaha.

Hingga saat ini, terdapat 24 KEK, yang terdiri atas 12 KEK industri, yaitu Gresik, Kendal, Sei Mangkei, Arun Lhokseumawe, Galang Batang, Morotai, Palu, Sorong, MBTK, Bitung, Tanjung Sauh, dan Setangga.

Lalu tujuh KEK pariwisata, yaitu Mandalika, Lido, Tanjung Lesung, Kura Kura Bali, Tanjung Kelayang, Likupang, dan Sanur (pariwisata-kesehatan), dua KEK digital, yaitu Nongsa dan Singhasari, serta satu KEK jasa lainnya (KEK MRO), yaitu Batam Aero Technic (BAT).

Dengan bertambahnya dua KEK baru, total KEK yang telah ditetapkan oleh Presiden menjadi 24 KEK. Sedangkan delapan KEK dalam proses penetapan. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#menteri koordinator (menko) bidang perekonomian airlangga hartarto #kawasan ekonomi khusus (kek) #pertumbuhan ekonomi 8 persen #target pertumbuhan ekonomi