Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ancaman Siber Makin Serius, BSSN Dorong Perguruan Tinggi Tingkatkan Keamanan Data

Rahmat Sudrajat • Kamis, 21 November 2024 | 00:54 WIB

 

FOKUS: Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (BSSN) Sulistyo saat menjelaskan anomali trafik siber.
FOKUS: Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (BSSN) Sulistyo saat menjelaskan anomali trafik siber.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meresmikan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) ITS, Rabu (20/11).

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan siber di perguruan tinggi.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (BSSN) Sulistyo mengatakan betapa seriusnya ancaman dan tantangan terhadap keamanan data.

Setidaknya, sampai dengan bulan September 2024, terdapat 148.727.908 anomali trafik yang ada pada tahun 2024.

"Ancaman siber ini sangat serius sehingga perlu dilakukan antisipasi secara serius," ujar Sulistyo.

Dia mengimbau agar seluruh instansi pemerintah termasuk perguruan tinggi yang ada di Indonesia tidak melupakan keamanan siber dalam membangun infrastruktur atau menyediakan aplikasi dan layanan bagi masyarakat.

"Cyber security merupakan hal yang penting dan perlu ditangani secara fokus," tegasnya.

Sulistyo juga mengapresiasi langkah ITS dalam meningkatkan ketahanan siber melalui CSIRT ITS.

Apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk pengesahan dan peresmian tim khusus keamanan siber ITS ini secara langsung.

Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi, mengingatkan tentang keresahan kasus kebocoran siber yang ada di Indonesia, akhir-akhir ini.

Menurutnya, kasus-kasus yang berkaitan dengan keamanan data merupakan hal yang mengancam ketahanan negara.

“Ketahanan negara akan dipertanyakan kalau ketahanan sibernya sangat rentan,” tutur Imam.

Terkait berbagai macam kejahatan yang mengancam keamanan siber. Hal tersebut ia sampaikan mengingat bentuk keamanan siber saat ini yang tidak statis.

Setiap harinya, ancaman siber terus berinovasi yang membuat penanganannnya semakin sulit.

“Guna mengimbangi hal ini, tim pengaman harus satu langkah lebih maju dalam berinovasi,” imbuhnya.

CSIRT sendiri merupakan tim khusus yang memiliki tanggung jawab dalam mencegah, mendeteksi, dan menangani permasalahan siber yang mengancam data ITS.

Ketua CSIRT ITS Hatma Suryotrisongko menjelaskan bahwa CSIRT memiliki tiga misi.

Yakni mengoordinasikan, meningkatkan keandalan, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) terhadap layanan keamanan siber di ITS.

"Ke depan CSIRT akan terus berkomitmen untuk melakukan peningkatan keamanan siber terhadap data yang dimiliki oleh ITS," ujar Hatma.

Dia juga berharap CSIRT dapat menjadi garda terdepan keamanan siber yang ada di ITS dan menjadi salah satu pionir tim keamanan siber perguruan tinggi yang ada di Indonesia. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#ketahanan siber #perguruan tinggi #its surabaya #serangan siber #Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) #keamanan data