Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kinerja Keuangan Tunjukkan Arah Positif, Hutama Karya Catat Laba Bersih Rp 844 Miliar

Nofilawati Anisa • Jumat, 15 November 2024 | 01:16 WIB
STRATEGIS: Proyek PLTGU Tambak Lorok yang telah dirampungkan pembangunannya oleh Hutama Karya.
STRATEGIS: Proyek PLTGU Tambak Lorok yang telah dirampungkan pembangunannya oleh Hutama Karya.

JAKARTA - Hingga triwulan III/2024, PT Hutama Karya mencatatkan laba bersih (unaudited) senilai Rp 844 miliar. Jumlah itu meningkat 2.412,12 persen (YoY) dan mencapai 383,08 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun ini.

Selain laba bersih, Hutama Karya juga membukukan pendapatan senilai Rp 20,29 triliun atau meningkat 9,73 persen (YoY). Sementara total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 188,95 triliun atau tumbuh sebesar 34,14 persen (YoY).

Sementara dari sisi ekuitas, hingga triwulan III/2024, posisi ekuitas Hutama Karya adalah Rp 136,07 triliun dengan peningkatan 58,39 persen (YoY) atau sebesar Rp 50,17 triliun.

Peningkatan ekuitas ini diringi dengan penurunan liabilitas perusahaan sebesar 3,78 persen (YoY), yang kini mencapai Rp 52,88 triliun.

Dari sisi EBITDA, Hutama Karya membukukan realisasi sebesar Rp 2,86 triliun atau tercapai 99,11 persen dari target RKAP triwulan III/2024.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan, realisasi EBITDA ini didukung oleh upaya efisiensi biaya dimana HPP mengalami penurunan hingga 3,78 persen, serta berhasilya dilakukan pengendalian beban usaha melalui mitigasi risiko yang tepat.

“Perusahaan juga mencatat peningkatan ekuitas perusahaan yang signifikan,” ungkap Adjib, Kamis (14/11).

Adjib mengatakan peningkatan kinerja keuangan (unaudited) Hutama Karya ini sejalan dengan progres pembangunan proyek-proyek strategis nasional.

Beberapa di antaranya adalah proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga proyek Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang semakin signifikan.

"Ekuitas perusahaan yang meningkat signifikan ini masih didorong oleh dua faktor utama yakni penerimaan Penyertaan Modal Negara sebesar Rp 28,88 triliun pada akhir tahun 2023 dan Rp 18,6tTriliun pada April 2024, serta pencatatan laba bersih pada triwulan III/2024 dengan peningkatan signifikan dari periode yang sama pada tahun lalu,” paparnya.

"Di sisi lain, penurunan liabilitas utamanya disebabkan oleh repayment atas outstanding debt pada JTTS atas hasil dari asset recycling pada akhir Juni 2023 lalu,” ujar Adjib.

Adjib menerangkan, keberhasilan Hutama Karya dalam meningkatkan ekuitas dan mengurangi liabilitasnya menunjukkan capaian yang positif dan komitmen perusahaan dalam mengelola keuangan dengan baik, mengurangi beban utang, hingga meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Ini juga merupakan upaya perusahaan dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan serta
kemampuannya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan industri.

Dari sisi konstruksi, kata Adjib, strategi perusahaan untuk agar kinerjanya sesuai target adalah dengan memastikan proyek dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu.

Selain itu, perusahaan juga senantiasa memperkuat integrated governance, melakukan efisiensi beban usaha, mengoptimalkan fokus champion di segmen jalan dan jembatan sebagai portofolio utama dalam revenue stream, fokus pada pelaksanaan investasi JTTS.

Lalu penguatan manajemen risiko dengan meningkatkan risk awareness di seluruh unit perusahaan, pembenahan proyek eksisting berisiko tinggi, serta mengupayakan perolehan proyek berkualitas dengan assessment manajemen risiko sehingga meminimalisir potensi kerugian di akhir tahun.

“Kontrak baru diperoleh sebesar Rp 24,05 triliun pada triwulan III/2024, meningkat 15,59 persen (YoY) dan hampir dua kali lipat dibanding capaian semester I/2024,” ungkapnya.

Segmen dengan kontribusi terbesar pada perolehan kontrak baru bersumber dari sektor jalan dan jembatan sebesar 79,90 persen. Disusul sektor infrastruktur air sebesar 11,31 persen, sektor gedung 4,44 persen, serta sektor prasarana perhubungan dan lainnya sebesar 4,34 persen.

“Untuk meraih capaian ini, perusahaan lebih selektif dalam memilih kontrak baru dengan fokus pada proyek dengan margin yang bagus dan sesuai kompetensi perusahaan,” kata Adjib.

Dari sisi proyek infrastruktur, kinerja dari sektor konstruksi umum dan gedung juga cukup baik, utamanya pada proyek-proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Adjib menyebut tahun ini, Hutama karya mulai menggarap Proyek KPBU Trans Papua Ruas Jayapura - Wamena segmen Meberamo - Elelim di Papua Pegunungan dan Proyek Proving Ground Stage III & IV di Bekasi.

Ada juga proyek Konservasi Pantai Candidasa di Bali, hingga Gedung RS Kandou di Manado.

"Sampai dengan triwulan III/2024, proyek-proyek BUMN masih mendominasi perolehan kontrak baru Hutama Karya dengan kontribusi 69,78 persen. Disusul oleh Proyek Pemerintah sebesar 25,23 persne dan Proyek Swasta sebesar 4,99 persen. Hutama Karya optimis dapat terus mengejar kontrak baru di sisa tahun 2024 sesuai target,” yakinnya.

"Adapun sampai triwulan IIII ini kami berhasil menyelesaikan sejumlah proyek besar seperti PLTGU Tambak Lorok di Semarang dan Jalan Tol Bayung Lencir - Tempino di Jambi," imbuh Adjib.

Perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah proyek ada TW IV 2024 yakni Proyek EPC seperti PLTGU Muara Tawar di Bekasi, EPC Tuban Jetty di Jawa Timur, dan Dermaga TBBM Tanjung Batu di Kalimantan Timur, sejumlah proyek di IKN hingga masjid di IKN, serta Proyek Bendungan Meninting di NTB.

Dari sisi penugasan, di tahun ini Hutama Karya menargetkan 82,7 km JTTS terbangun dimana hingga triwulan III/2024 sudah terealisasi 44,5 km.

"Adapun di TW IV Tahun 2024, Hutama Karya menargetkan penyelesaian sejumlah Ruas JTTS di Tahap I dan Tahap II. Sejumlah ruas Tahap I yang ditargetkan fungsional yakni Jalan Tol Jalan Tol Binjai - Pangkalan Brandan (Seksi 3) (20 km), Jalan Tol Sigli - Banda Aceh (Seksi 1) (25 km), dan Jalan Tol Padang - Sicincin (37 km). Sementara Tahap 2 yakni Fungsionalnya Ramp 2 dan 3 Junction Palembang," terang Adjib.

Terakhir, dari sisi bisnis pengelolaan Jalan Tol, Hutama Karya mencatat tren peningkatan trafik yang cukup signifikan pada ruas-ruas yang dikelola.

Selama periode triwulan III/2024, pertumbuhan trafik mencapai 15 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023.

"Pertumbuhan trafik ini juga disebabkan oleh bertambahnya ruas-ruas baru yang beroperasi. Hutama Karya memproyeksikan pertumbuhan trafik mencapai 16 persen di sisa tahun 2024 sehingga pendapatan penerimaan dari jalan tol dapat meningkat," pungkas Adjib. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kontrak baru #laba bersih #kinerja keuangan #hutama karya #konstruksi #triwulan III 2024 #beban usaha