Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tak Dapat Jatah Anggaran di 2025, Konsep Pembangunan Proyek Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) Surabaya Tidak Akan Berubah

Dimas Mahendra • Selasa, 5 November 2024 | 00:35 WIB

 

TUNGGU KEPUTUSAN: Proyek JLLT untuk sementara belum mendapatkan ploting anggaran hingga tahun 2025 besok.
TUNGGU KEPUTUSAN: Proyek JLLT untuk sementara belum mendapatkan ploting anggaran hingga tahun 2025 besok.

SURABAYA - Pembangunan lanjutan mengenai Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) di kawasan Bulak Surabaya, masih belum menemui titik terang.

Proyek tersebut untuk sementara belum mendapatkan ploting anggaran hingga tahun 2025 besok.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengatakan, meski belum ada anggarannya, konsep pembangunannya tidak akan berubah.

Permasalahan kenapa proyek ini tidak mendapat ploting anggaran itu karena pemerintah kota sedang memprioritaskan permasalahan sosial yang ada di kota ini.

"Memang JLLT belum bisa dianggarkan karena masih harus memprioritaskan penanganan banjir, kemiskinan, stunting kesehatan dan pendidikan yang sebagian dalam prosesnya menjadi mandatory dari pusat," katanya, Senin (4/11).

Proyek infrastruktur pembangunan JLLT ini rencananya akan memiliki panjang sekitar 16,8 kilometer (km).

Jalan itu akan melintasi enam kecamatan di Kota Surabaya. Mulai dari Kecamatan Kenjeran, Bulak, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, dan Gunung Anyar.

Pemerintah kota sebelumnya sempat membahas mengenai upaya pergeseran rute untuk menekan budget anggaran pembangunan dan pembebasan lahannya.

Proyek ini direncanakan untuk melintas di kawasan pantai. Hal itu akan menekan anggaran hingga 30 persen.

Proyek ini sengaja digagas lantaran sebagai upaya untuk memecah kemacetan di wilayah Surabaya Timur.

Kendati begitu, legislator dari Fraksi PKS itu menegaskan, kalau di wilayah timur nantinya bakal dibangun Tol SERR (Surabaya Eastern Ring Road).

Pembangun Tol SERR ini akan diakomodir oleh pemerintah pusat terkait anggarannya.

Tol itu akan menghubungkan Bandara Juanda hingg ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Harapannya, hal ini bisa juga menjadi solusi untuk memecah kemacetan di sekitar area tersebut dan mampu menggeliatkan perekonomian masyarakatnya.

"Rencananya dikerjakan melalui APBN tanpa pembebasan lahan. Sampai dengan hari ini, (pemerintah kota masih) menunggu pembahasan lintas sektoral di kementrian, sehingga JLLT belum dianggarkan juga di 2025," tuturnya. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kota surabaya #Komisi C DPRD Surabaya #jalur lingkar luar timur #anggaran pembangunan