Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jumlah Kendaraan Yang Melintas di Tol Jasa Marga Group sejak Januari hingga September 2024

Nofilawati Anisa • Minggu, 3 November 2024 | 02:03 WIB
PRIORITAS: Jasa Marga pimpin jaringan tol sepanjang 1.286 km atau 45 persen dari total jalan tol di Indonesia.
PRIORITAS: Jasa Marga pimpin jaringan tol sepanjang 1.286 km atau 45 persen dari total jalan tol di Indonesia.

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat kinerja keuangan yang positif di kuartal III/2024.

Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 13,86 triliun atau tumbuh, 25,93 persen bila dibandingkan dari periode yang sama pada 2023.

Pendapatan tersebut berasal dari kontribusi tol sebesar Rp 12,74 triliun dan pendapatan usaha lainnya senilai Rp 1,11 triliun.

Dalam pengelolaan finansial, Jasa Marga menjaga EBITDA di angka Rp 9,29 triliun.

Angka itu meningkat 35,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan EBITDA margin yang mencapai 67,04 persen berkat operasional beberapa ruas tol baru.

Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga Nixon Sitorus mengatakan, laba bersih hingga kuartal III/2024 tercatat Rp 3,30 triliun dan mengalami penurunan bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Penurunan ini terjadi karena laba non-cash berkurang akibat aksi korporasi sebelumnya,” ungkapnya.

Nixon menjelaskan, pada 2023, laba non-cash dari konsolidasi PT Jasamarga Solo Ngawi, PT Jasamarga Semarang Batang, dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono menyumbang Rp 4,11 triliun.

Sebaliknya, pada 2024, laba non-cash berasal dari Penyusutan Harta Tak Berwujud senilai Rp 702,38 miliar.

“Tanpa komponen laba non-cash, Core Profit pada 2024 mencapai Rp 2,60 triliun, tumbuh 39,52 persen dibandingkan tahun lalu,” lanjutnya.

Lebih jauh dijelaskannya, hingga kuartal III/2024, volume transaksi di tol Jasa Marga Group mencapai 968,9 juta kendaraan, meningkat 1,2 persen dari periode sama tahun lalu.

"Rata-rata lalu lintas harian juga mencapai 3,55 juta kendaraan,” ungkap Nixon.

Dalam industri tol nasional, Nixon menyebut jika Jasa Marga memimpin dengan jaringan tol sepanjang 1.286 km, atau 45 persen dari total jalan tol di Indonesia.

Pada September 2024, Presiden Joko Widodo meresmikan Segmen Kartasura-Klaten dari Tol Jogja-Solo sepanjang 22,3 km, menambah panjang jaringan Jasa Marga Group.

Pada bulan yang sama, Jasa Marga juga menggalang dana dengan Equity Financing pada PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) dan menggandeng mitra strategis, namun tetap mempertahankan kendali mayoritas.

Dana ini akan memperkuat struktur modal, menjaga rasio hutang, dan mendukung operasional tol baru.

Strategi ini juga menunjukkan kepercayaan investor dalam investasi infrastruktur tol.

“Mengelola tol baru dalam lima tahun ke depan menjadi prioritas, dengan beberapa proyek seperti Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dan Yogyakarta-Bawen dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan,” ungkap Nixon.

Selain itu, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Related Business (JMRB) mengembangkan TIP (Tempat Istirahat dan Pelayanan) berkonsep Travoy Hub.

“Konsep ini mengintegrasikan transportasi dengan pusat bisnis dan telah mencapai 73,2 persen dari tahap pembangunan kedua dan ketiga di Taman Mini,” ujarnya. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#jasa marga group #kontribusi #volume kendaraan melintas di tol #kuartal III 2024 #kinerja keuangan #jalan tol #ebitda