Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

PLN Gandeng Pupuk Indonesia dan ACWA Power Produksi Hidrogen dan Amonia Hijau, Pabriknya Ada di Jawa Timur

Nofilawati Anisa • Selasa, 17 September 2024 | 19:00 WIB
INFRASTRUKTUR: Tampak udara Green Hydrogen Plant (GHP) di PLTP Kamojang yang menjadi GHP ke-22 di Indonesia.
INFRASTRUKTUR: Tampak udara Green Hydrogen Plant (GHP) di PLTP Kamojang yang menjadi GHP ke-22 di Indonesia.

SURABAYA – PT PLN (Persero) terus menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan PLN Indonesia Power (PLN IP), PT PLN mengukuhkan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan EBT tersebut.

Komitmen ini terwujud melalui penandatanganan Head of Terms (HoT) Perjanjian Pembelian Hidrogen Hijau dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) dan ACWA Power, yang dilaksanakan dalam agenda Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, sebagai tulang punggung transisi energi di tanah air, PLN siap mendukung langkah pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.

“PLN terus mengambil langkah strategis guna memperkaya peningkatan pemanfaatan EBT, salah satunya hydrogen,” kata Darmawan dalam keterangannya, Selasa (17/9).

Darmawan melanjutkan, kolaborasi ini merupakan bagian dari peta jalan 10 tahun Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pelopor ekonomi hijau.

Kolaborasi antar sesama BUMN dan mitra internasional seperti ACWA Power, diharapkan mempercepat adopsi energi hijau di berbagai sektor, serta memperkuat posisi Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim di kancah global.

”Ini menjadi bukti we walk the talk, bahwa komitmen ini kami wujudkan dalam bentuk nyata," lanjutnya.

"Kesepakatan ini menjadi langkah strategis bagi PLN dalam pengembangan hidrogen hijau sebagai bahan baku utama produksi amonia hijau dalam memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Darmawan.

Dalam kolaborasi ini Pupuk Indonesia akan bertindak sebagai off-taker hidrogen hijau yang diproduksi oleh Project Company's Hydrogen Plant dari Joint Development Agreement (JDA) bersama ACWA Power dan PLN.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan, kolaborasi strategis ini akan memastikan ketersediaan pasokan hidrogen hijau sebagai bahan baku utama produksi amonia hijau.

Amonia hijau inilah yang selanjutnya dapat dimanfaatkan Pupuk Indonesia dalam produksi pupuk urea dan NPK, sehingga mendukung keberlangsungan pasokan bahan baku industri pupuk nasional.

Kolaborasi dalam proyek ini tidak hanya sejalan dengan visi pemerintah menjalankan transisi energi, namun juga berkontribusi dalam membangun sistem ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

"Karena sumber daya tak terbarukan seperti gas alam pada akhirnya akan habis, ini merupakan langkah strategis kami untuk menggantikan gas alam dengan air," ungkap Rahmad.

"Sehingga Pupuk Indonesia dapat terus memasok pupuk yang dibutuhkan petani dan tetap menjadi pemain kunci dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” sambung Rahmad.

Direktur Gas & BBM PLN EPI Rakhmad Dewanto menjelaskan hidrogen hijau merupakan salah satu energi baru yang penting dalam mencapai target transisi energi.

Saat ini, PLN memproduksi sekitar 203 ton hidrogen hijau per tahun dari 22 instalasi hidrogen yang didukung oleh Renewable Energy Certificate (REC) serta sumber panas bumi.

Dia juga memaparkan bahwa PLN EPI akan segera memulai pembangunan fasilitas hidrogen hijau dan pabrik amonia hijau di Jawa Timur, yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2026-2027.

Proyek ini diperkirakan dapat memproduksi 15 kilo tonnes per annum (ktpa) hidrogen hijau yang dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan industri, seperti produksi pupuk ramah lingkungan.

“Hidrogen hijau dan amonia hijau yang kami hasilkan akan mendukung sektor industri yang lebih bersih di Indonesia, serta memainkan peran kunci dalam upaya dekarbonisasi,” pungkas Rakhmad. (opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#jawa timur #PLN (Persero) #pupuk indonesia #PLN Energi Primer Indonesia #energi baru terbarukan (EBT) #IISF 2024 #ACWA Power #pln indonesia power #Net Zero Emission (NZE) #pabrik amonia