Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bangun Infrastruktur Strategis di IKN, PLN Manfaatkan FABA

Nofilawati Anisa • Kamis, 22 Agustus 2024 | 21:56 WIB

MEGAH: Jembatan Pulau Balang yang menjadi penghubung Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara yang menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara. Jembatan ini dibangun menggunakan campuran FABA PLN. (IST)
MEGAH: Jembatan Pulau Balang yang menjadi penghubung Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara yang menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara. Jembatan ini dibangun menggunakan campuran FABA PLN. (IST)


RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah tengah kerja keras merampungkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Infrastruktur di kawasan IKN terus dilengkapi, terutama yang strategis seperti jembatan, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.

Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun dikerahkan untuk mewujudkan ibu kota baru itu.

Salah satunya adalah Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero).

PLN telah membangun sejumlah infrastruktur strategis yang menghubungkan IKN dengan Kota Balikpapan.

Melalui subholding PLN Nusantara Power (NP), PLN telah berhasil memanfaatkan ribuan ton Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dalam pembangunan infrastruktur strategis itu.

Infrastruktur yang menggunakan FABA ini meliputi jalan tol IKN, proyek pelindung tumbukan kapal (fender) di Jembatan Bentang Panjang Pulau Balang, serta proyek duplikasi Jembatan Bentang Pendek Pulau Balang.

Penggunaan FABA sebagai bahan campuran ini menunjukkan inovasi dalam pemanfaatan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pemanfaatan FABA ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan infrastruktur di IKN.

Ini juga menjadi bukti nyata dari upaya PLN dalam mengelola sisa pembakaran batu bara dari pembangkit listrik.

Dengan mengubah FABA menjadi bahan yang lebih bermanfaat, PLN menunjukkan kontribusi positif terhadap pembangunan nasional.

“FABA itu dulunya dipandang sebagai limbah yang tidak ada nilai ekonominya. Tapi kini PLN berhasil melakukan inovasi dan mengubahnya menjadi produk yang kaya akan manfaat dalam menunjang pembangunan infrastruktur nasional, salah satunya untuk IKN,” ujar Darmawan dikutip, Kamis (22/8).

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah mengungkapkan, hingga Agustus 2024, PLN NP telah menyalurkan sekitar 10.000 ton FABA bagi pembangunan infrastruktur IKN tahap pertama.

Pihaknya menargetkan sebanyak 60.000 ton FABA akan digunakan sebagai bahan campuran dalam berbagai proyek infrastruktur pembangunan IKN dan pendukungnya.

"Sebagai upaya percepatan dalam mewujudkan IKN, serapan ini akan semakin meningkat seiring dengan pemanfaatan FABA untuk pembangungan infrastruktur," sambungnya.

"Melalui unit pembangkit terdekat dari IKN, yaitu PLTU Kaltim Teluk siap berkontribusi dalam menyediakan FABA nantinya," imbuh Ruly.

FABA yang digunakan untuk proyek strategis IKN berasal dari Unit Pembangkitan Kalimantan Timur Teluk dengan kapasitas 2x110 Megawatt.

Unit Pembangkit ini menghasilkan Fly Ash sebanyak 150 ton per hari serta Bottom Ash sebesar 50 ton per hari.

Sebesar 70 persen ditargetkan untuk pemanfaatan dalam pembangunan IKN.

Selain mendukung infrastruktur, FABA di IKN juga dimanfaatkan sebagai penetralisir lahan asam pada area pertanian, dan media tanam nursery untuk penghijauan di sekitar area tol Balikpapan-IKN.

“Ini sejalan dengan upaya PLN dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060,” pungkas Rully. (opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kota balikpapan #penajam #bumn #FABA #infrastruktur strategis #IKN #PLN Nusantara Power #Jembatan Bentang #kalimantan timur #Ibukota Nusantara