Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tol Kediri-Tulungagung, Harapan Baru Pembangunan Ekonomi Jatim

Mus Purmadani • Kamis, 29 Februari 2024 | 18:43 WIB
Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung tidak hanya sebagai pendukung akses ke Bandara internasional Dhoho, Kediri, namun bisa mendorong perekonomian Jatim.
Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung tidak hanya sebagai pendukung akses ke Bandara internasional Dhoho, Kediri, namun bisa mendorong perekonomian Jatim.

SURABAYA – Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung merupakan hal yang vital.

Pasalnya, infrastruktur tersebut dapat memberikan dampak positif signifikan pada perekonomian masyarakat.

Tak hanya sekadar sebagai pendukung akses ke Bandara internasional Dhoho, Kediri saja.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Plh Sekdaprov Jatim) Bobby Soemiarsono mengatakan, Jalan Tol Kediri-Tulungagung merupakan Proyek Strategis Nasional yang tercantum di dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019.

“Jika rencana ini terealisasi, akan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur karena angkutan logistik bisa lebih cepat dengan biaya yang relatif murah dikarenakan kelancaraan akses transportasi darat,” katanya, Rabu (28/2).

Menurutnya, dengan adanya peningkatan efisiensi pelayanan di bidang jasa transportasi dan distribusi, maka diharapkan akan lebih meningkatkan produktivitas distribusi tanaman pangan, hortikultura, perikanan, dan pariwisata.

“Dengan begitu sektor usaha berjalan dan kian tumbuh, kesejahteraan Masyarakat pun bakal ikut terkerek,” imbuhnya.

Proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung ini merupakan bagian dari Tol Kertosono–Kediri–Tulungagung.

Progres Tol Kertosono-Kediri sudah sudah mencapai 9,14 persen pembebasan lahan dari total luasan per Januari 2024.

Sedangkan progres pembebasan lahan pada Tol Kediri-Tulungagung mencapai 11,20 persen dari total luasan.

Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, panjang tol Kediri-Tulungagung mencapai 44,17 km dengan akses menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri.

“Nantinya, pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung ini akan berada di wilayah Provinsi Jatimdan melewati tiga kabupaten/kota. Yaitu Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Tulungagung,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dirinya setuju akan pentingnya pembangunan tol untuk pembangunan ekonomi.

“Betul apa yang dikatakan Pak Plh Sekda tadi bahwa jika sudah selesai dikerjakan, pasti ada pengaruhnya pada perekonomian di sekitar situ karena konektivitasnya,” katanya.

“Saya berharap dengan pembangunan jalan tol ini akan membawa keberkahan bagi kita semua. Terima kasih atas kerjasama semua pihak,” imbuhnya.

Untuk diketahui, total biaya investasi pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung sebesar Rp 9,92 triliun dengan biaya pengadaan lahan Rp 3,14 triliun.

Dari total panjang jalan, seksi akses Dhoho International Airport sepanjang 6,82 km dan seksi akses main road 37,35 km.

Simpang susun pada tol ini ada di empat titik, yakni Bulawen, Kediri, Mojo, dan Tulungagung.

Selain itu, kecepatan rencana tol mencapai 80 km per jam untuk akses tol bandara dan 100 km per jam untuk akses main road.

Jumlah lajur yang dibangun 2×2 dengan lebar lajur 2 x 3,6 m. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#Bandara Dhoho #ekonomi #jatim #Infratruktur #tol kediri-tulungagung