Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Gudang Garam Bakal Bangun Tol Kediri-Tulungagung, Segini Nilainya

Nurista Purnamasari • Rabu, 28 Februari 2024 | 02:41 WIB
INFRASTRUKTUR: Jalan tol Kediri-Tulungagung bakal mempermudah akses menuju Bandara Dhoho, Kediri.
INFRASTRUKTUR: Jalan tol Kediri-Tulungagung bakal mempermudah akses menuju Bandara Dhoho, Kediri.

JAKARTA – Bandara Internasional Dhoho Kediri sudah rampung dibangun. Bandara ini bakal menjadi pusat mobilitas masyarakat melalui jalur udara.

Untuk mendukung akses menuju bandara ini sekaligus sebagai penghubung ke wilayah sekitarnya, bakal dibangun jalan tol.

Hari ini, Selasa (27/2), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi melakukan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), Perjanjian Regres, dan Perjanjian Penjaminan Jalan Tol Kediri-Tulungagung.  

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan, Gudang Garam bakal segera memulai pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,17 kilometer (km) senilai Rp 9,92 triliun.

Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung sendiri merupakan salah satu proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atas prakarsa badan usaha (unsolicited).

“Terima kasih kepada PT Gudang Garam Tbk. yang telah merencanakan pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung. Ini adalah keputusan bisnis yang sangat strategis karena akan menghubungkan Tol Trans Jawa yang telah beroperasi dengan Jalur Pansela (Pantai Selatan),” turur Basuki dalam keterangan resminya, Selasa (27/2).

Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung akan memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

Terlebih, Jalan Tol Kediri-Tulungagung ini berada di kawasan potensial agroindustri dan sumber daya laut. 

Selain itu, dapat mempercepat distribusi logistik sehingga berdampak positif pada produktivitas industri dan pariwisata.

Dalam pembangunan jalan tol ini, pemerintah melalui Kementerian PUPR memberikan dukungan teknis terkait kualitas konstruksi jalan tol.

Mulai dari perencanaan desain hingga proses pembangunan yang akan dimonitor oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.

Serta, secara finansial oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan terkait pengusahaan yang akan dikoordinasikan melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). 

Pemerintah juga memberikan dukungan untuk memitigasi risiko pembangunan proyek tol ini melalui PT PII, Kementerian Keuangan.

Lebih terperinci, Kepala BPJT Kementerian PUPR Miftachul Munir menerangkan, pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung yang diprakarsai oleh Gudang Garam  ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 9,92 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun. 

Adapun, badan usaha jalan tol (BUJT) yang bakal mengelola Jalan Tol Kediri-Tulungagung nantinya, yaitu PT Surya Sapta Agung Tol.

“Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,17 km ini terdiri dari akses Bandara Dhoho di Kediri sepanjang 6,82 km, dan main road sepanjang 37,35 km termasuk jalan akses,” jelasnya.

“Jalan tol ini memiliki jumlah lajur 2x2 dan empat simpang susun yang berada di Bulawen, Kediri, Mojo, dan Tulungagung,” imbuhnya.

Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung direncanakan mulai konstruksi pada kuartal II/2024 sehingga akses Bandara Dhoho di Kediri ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2025. 

“Lalu proses konstruksi dilanjutkan dengan main road yang akan menghubungkan Kediri-Mojo-Tulungagung yang akan beroperasi pada kuartal III/2025. Kami harapkan semua berjalan lancar dan sesuai target,” pungkasnya. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#gudang garam #Bandara Dhoho #kementerian pupr #kediri