Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ukur Tingkat Pelayanan, AP I Lakukan Simulasi Operasional Bandara Dhoho Kediri

Nurista Purnamasari • Minggu, 7 Januari 2024 | 19:21 WIB

SIAP BEROPERASI: Salah satu bagian dalam simulasi operasional Bandara Dhoho Kediri yang digelar Sabtu (6/1).
SIAP BEROPERASI: Salah satu bagian dalam simulasi operasional Bandara Dhoho Kediri yang digelar Sabtu (6/1).

KEDIRI
– PT Angkasa Pura I (AP I) sebagai operator Bandara Dhoho Kediri telah menggelar simulasi operasional Bandara Dhoho Kediri.

Proses simulasi secara keseluruhan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.
Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Minggu (7/1), dalam simulasi tersebut, ratusan orang dari berbagai pihak terkait turut dilibatkan.

Selain itu, segala hal terkait alur pelayanan Bandara Dhoho Kediri pun diuji cobakan dalam simulasi itu.

Pertama-tama, alur pelayanan bandara yang disimulasikan, dimulai dari kedatangan penumpang yang turun di drop zone Bandara Dhoho Kediri yang digambarkan secara detail.

Selanjutnya, setelah turun di drop zone, simulasi dilanjutkan dengan adanya pengarahan kepada para penumpang untuk segera menuju ke ruang keberangkatan bandara.

Di depan ruang keberangkatan, terdapat beberapa petugas yang sudah bersiap. Dalam simulasi itu, para petugas mulai mengecek tiket-tiket milik penumpang pesawat.

Setelah data penumpang dicocokkan dan dianggap sudah sesuai, barulah para penumpang diperbolehkan untuk masuk ke ruang keberangkatan bandara.

Di dalam ruang keberangkatan, penumpang diinstruksikan untuk melakukan check in terlebih dulu. Di proses boarding ini, mereka mendapat tiket fisik.

Tiket fisik itu akan digunakan sebagai bekal masuk ke ruang tunggu. Namun, sebelum ke ruang tunggu, penumpang wajib melewati pintu metal detector terlebih dahulu.

Sementara itu, untuk barang bawaan penumpang, diinstruksikan untuk dilakukan pemeriksaan dengan melewati mesin xray.
Jika dinyatakan aman, penumpang baru diperbolehkan masuk.

Para penumpang kemudian menunggu sekitar 30 menit. Setelah itu, baru mereka dipersilahkan masuk ke garbarata Bandara Dhoho Kediri yang sudah disiapkan.

Pada saat itu, petugas mulai mengumumkan tiap tahapan penerbangan dengan menggunakan setidaknya tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jawa krama inggil.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Dhoho Kediri I Nyoman Noer Rohim mengemukakan simulasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur Level of Service (tingkat pelayanan) dan kesiapan fasilitas serta sistem di Bandara.

"Kami harapkan doa dan dukungan masyarakat agar persiapan final ini dapat berjalan lancar sehingga ikon baru kebanggaan masyarakat Kabupaten Kediri ini dapat segera dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia," kata Nyoman dalam rilisnya dikutip dari Antara.

Ia mengungkapkan, simulasi ini melibatkan ratusan personel yang berperan sebagai seluruh stakeholder operasional penerbangan.

Mulai dari penumpang, petugas parkir, petugas aviation security, petugas customer service, petugas groundhandling.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengemukakan, bandara ini merupakan Bandara yang dimiliki masyarakat Jawa Timur.

Untuk itu, pihaknya akan berkomunikasi dengan Gubernur Jatim dan pihak lainnya, terkait daerah yang akan mengisi gerai UMKM di area bandara ini.

"Kami akan mengajak kota atau kabupaten lain untuk memasukkan produk yang betul-betul bisa dinikmati pengunjung Bandara Dhoho," katanya.

Di kabupaten ini terdapat kurang lebih 9.800 UMKM binaan. Dari jumlah itu, terdapat 60 UMKM kategori makanan dan minuman yang sudah lolos kurasi dan produknya siap ditampilkan di gerai area bandara. (jpc/ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#simulasi #ap 1 #Bandara Dhoho Kediri