Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bakal Beroperasi 8 Desember, Bandara Dhoho Bisa Tingkatkan Ekonomi dan Pembangunan

Mus Purmadani • Sabtu, 2 Desember 2023 | 13:43 WIB
SUDAH 97 PERSEN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Kediri Hanindhito Himawan dan Direktur SDhI Maksin Arisandi meninjau kesiapan fasilitas Bandar Dhoho Kediri, Jumat (1/12).
SUDAH 97 PERSEN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Kediri Hanindhito Himawan dan Direktur SDhI Maksin Arisandi meninjau kesiapan fasilitas Bandar Dhoho Kediri, Jumat (1/12).

KEDIRI - Bandara Dhoho, Kabupaten Kediri diperkirakan bakal beroperasi secara komersial 8 Desember 2023. Dengan beroperasinya bandara tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi dan pembangunan, khususnya di wilayah Kediri dan sekitarnya.

Selain menjadi penghubung akses transportasi jalur udara, dampak langsung maupun tak langsung terhadap ekonomi daerah tersebut juga bakal dirasakan. Termasuk penyerapan tenaga kerja.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan persiapan operasional Bandara Internasional Dhoho yang berlokasi, Jumat, (1/12). Dalam tinjauan tersebut Khififah didampingi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Direktur PT. Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi.
Mulai dari penyiapan layanan check-in counter, ruang tunggu domestik, ruang tunggu internasional, ruang pemeriksaan imigrasi keberangkatan internasional, ruang pemeriksaan imigrasi kedatangan internasional, ruang pemeriksaan bea cukai dan ruang pengambilan bagasi internasional sampai akses garbarata, apron dan runway.

Khofifah mengatakan, public transportation sangat signifikan untuk bisa mendorong berbagai pergerakan, mulai ekonomi, infrastruktur, wisata, pendidikan, budaya dan interaksi antar bangsa.

"Bandara ini menjadi kekuatan kita yang luar biasa untuk membangun keseimbangan pertumbuhan pembangunan wilayah utara dan selatan Jawa Timur," katanya.

Menurut Gubernur Khofifah, pembangunan daerah tidak bisa dibangun dengan pendekatan simetris, melainkan asimetris. Sebab ada kebutuhan infrastruktur yang harus ditambahkan dan difasilitasi.

"Masyarakat Mataraman, terutama Kediri raya, saya rasa berbagai infrastruktur penunjang termasuk tol Kediri-Tulungagung dan seterusnya menjadi penguatan untuk bersiap memberikan daya dukung dari hadirnya Dhoho Airport di Kediri," tuturnya.

Dengan hadirnya Bandara Dhoho di Kediri, ia menyebut akan membawa dampak yang cukup luas untuk banyak sektor pembangunan. Di sektor pendidikan, keberadaan bandara ini tentunya akan membutuhkan improvement pengembangan kualitas SDM wilayah Kediri raya.

Begitu pula di sektor agrobisnis. Produksi pengembangan di sekitar gunung Wilis meliputi kopi, kakao, alpukat tanpa biji serta nanas yang selama ini market-nya sangat baik dalam dan luar negeri. Artinya, hadirnya Dhoho Airport memberikan ruang cukup luas bagi sektor industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah (UKM) untuk terus mendongkrak roda perekonomiannya.

"Hadirnya Dhoho Airport sebagai kekuatan untuk memberikan ruang dan harapan baru, utamanya bagi milenial untuk melompat lebih tinggi dan lebih jauh. Sehingga kekuatan SDM di Kediri raya dan Mataraman lebih komprehensif kualitatif," jelasnya.

Dari sektor budaya, Khofifah meminta agar ada ikon dari Kediri dan Mataraman yang dimunculkan. Tujuannya untuk menguatkan nuansa local wisdom yang ada di wilayah Kediri dan Mataraman.

"Lebih lanjut, hadirnya Bandara Internasional Dhoho bisa menjadi salah satu titik sentral embarkasi khususnya bagi masyarakat Mataraman raya tidak hanya saat haji, tetapi umroh bisa melalui airport Dhoho jika izin operasional penerbangan internasional sudah turun," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menuturkan, saat ini Pemkab Kediri menyiapkan jalan-jalan non tol. Ditambah bantuan anggaran dari Pemprov Jatim untuk pelebaran jalan di daerah Gringging selebar 10 kilometer (km).

"Saya berharap ini bukan hanya Kediri yang menikmati, tetapi kabupaten dan kota sekitar menyisihkan anggaran untuk membangun jalan non tol," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, bandara ini memiliki sejumlah keunggulan. Memiliki panjang landasan pacu atau runway 3.300 x 45 m, bandara ini mampu didarati pesawat terbesar B777-300ER. Tidak hanya itu, jalur perpindahan pesawat atau taxiway bandara ini membentang sepanjang 306 x 32 m dan 438 x 32 m. Gedung terminal Bandara Dhoho yang berukuran 18.224 meter persegi ini berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.

Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDI) Maksin Arisandi menambahkan, secara fisik dan operasional Bandara Dhoho Kediri sangat siap. Saat ini, pembangunan bandara Dhoho Kediri pada bagian landside (sisi darat) meliputi runway, taxiway dan apron serta airside (sisi udara) terdiri dari terminal, crub dan tempat parkir kendaraan, memasuki tahap finishing. Artinya pada bagian airside dan landside rencana pembangunan (plan) dan pekerjaan di lapangan yang sebenarnya (actual) sudah mencapai target 97 persen.

"Airside meliputi VIP apron dan commercial appron, drainage system, ducting (saluran distribusi udara), topsoil & grass serta runway strip (landasan pacu) sudah tuntas 100 persen," tuturnya.

Terkait dokumen kesiapan operasional Bandara Dhoho Kediri seperti sertifikat standar BUBU, Condition Precedence (CP) KPBU Done Aeronautical Information Publication (AIP) telah selesai dikerjakan. Sedangkan Sertifikat Layanan Navigasi Penerbangan dan Sertifikat Bandar Udara (SBU) memasuki tahap on progres masing-masing tanggal 25 dan 29 November 2023.

"Kemudian tanggal 1-3 Desember 2023, final check kesiapan operasi dan simulasi operasi. Diperkirakan Bandara Dhoho mulai beroperasi secara komersial tanggal 8 Desember 2023. Semakin cepat semakin baik sehingga bandara Dhoho Kediri beroperasi aman dan tenang untuk penumpang," tuturnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Bandara Dhoho #ekonomi #pembangunan #infrasktruktur #kediri