Waspada Antrean BBM Bali Merembet ke Surabaya, Warga Diminta Hemat BBM

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 18:11 WIB
PANJANG: Antrean BBM di salah satu SPBU kawasan Manyar Surabaya beberapa waktu lalu.
PANJANG: Antrean BBM di salah satu SPBU kawasan Manyar Surabaya beberapa waktu lalu.

radarsurabayabisnis.id – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di Bali menjadi perhatian anggota DPRD Surabaya. Anggota Komisi A DPRD Surabaya Aldy Blaviandy mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya antrean serupa di Kota Pahlawan.

Aldy menyebut Surabaya pernah mengalami persoalan antrean BBM. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan meskipun kondisi pasokan di Surabaya saat ini masih terkendali.

"KITA (Kota Surabaya) sudah pernah mengalami itu baru-baru ini," kata Aldy Blaviandy di Surabaya, Senin (19/10).

Baca Juga: Cuaca Surabaya Panas, Pakar Ungkap Penyebab Polusi Udara Memburuk pada Pagi Hari

Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut menilai upaya mengantisipasi kelangkaan BBM membutuhkan kesadaran bersama. Salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah memaksimalkan penggunaan transportasi umum yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya.

Menurut Aldy, warga bisa memanfaatkan layanan feeder Wira Wiri, Bus Suroboyo, maupun bemo yang masih beroperasi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

"Seperti transportasi feeder Wira Wiri dan Bus Suroboyo maupun bemo yang saat ini masih ada, itu bisa digunakan," tuturnya.

Penggunaan transportasi umum, lanjut dia, dapat membantu menghemat konsumsi BBM pribadi. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Antrean Pengisian BBM di SPBU Bali Berkurang, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Tersedia

"Alhamdulillah, sampai hari ini Kota Surabaya masih aman-aman saja. Meski demikian, berhati-hatilah supaya tidak kesulitan dalam kebutuhan BBM bersubsidi. Yang terjadi di Bali itu mungkin bisa juga terjadi di Surabaya," katanya.

DPRD Minta Pertamina Perketat Pemantauan BBM

Untuk mencegah antrean panjang, Aldy meminta PT Pertamina memperketat pemantauan kebutuhan dan distribusi BBM di Surabaya.

Menurut dia, monitoring diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan antrean panjang dapat dicegah.

"Artinya itu untuk mengantisipasi antrean BBM di Surabaya," katanya.

Wagub Jatim Ungkap Kendala Distribusi BBM

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut distribusi BBM ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur sempat mengalami hambatan. Kendala tersebut berkaitan dengan arus lalu lintas pengiriman pasokan, khususnya di jalur Baluran menuju Ketapang.

Emil mengatakan telah berkomunikasi dengan pihak terkait mengenai persoalan distribusi tersebut. Menurut dia, hambatan lalu lintas di jalur tersebut turut memengaruhi kondisi pasokan di sejumlah wilayah.

"Saya sudah menghubungi Pak Iwan Bule (Mochamad Iriawan). Kalau waktu yang lama itu kan hanya terjadi di Jember, dan itu berkaitan dengan tersumbatnya lalu lintas di jalur Baluran ke Ketapang. Pertamina menyampaikan yang Bali Pak Dirut sudah turun tangan langsung. Nah, mereka juga enggak tutup mata terhadap (antrean) di Jawa Timur," beber Emil.

Emil menegaskan, antrean yang terjadi tidak serta-merta berarti kuota BBM bersubsidi telah habis. Ia menyebut Pertamina masih berupaya memulihkan distribusi pasokan.

"Disampaikan bahwa saat ini belum bisa dideklarasikan bahwa kuota habis, bukan itu alasannya. Nah, kita apresiasi teman-teman Pertamina yang lagi kerja keras untuk memulihkan pasokan," ungkap Emil.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
jawa timur bbm surabaya pertamina emil dardak