Kinerja Operasional Tetap Solid, TPS Catat Arus Peti Kemas Ekspor Mendominasi pada September 2026

Riri Masfardian • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:27 WIB

DOMINASI EKSPOR DORONG KINERJA POSITIF : TPS berhasil mengoperasikan 122.876 TEUs peti kemas pada September 2026! Aktivitas ekspor menjadi pendorong utama dengan porsi 51% (61.267 TEUs) dari total throughput internasional. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

DOMINASI EKSPOR DORONG KINERJA POSITIF : TPS berhasil mengoperasikan 122.876 TEUs peti kemas pada September 2026! Aktivitas ekspor menjadi pendorong utama dengan porsi 51% (61.267 TEUs) dari total throughput internasional. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menunjukkan kinerja operasional yang positif sepanjang periode September 2026. 

Dalam kurun waktu tersebut, total arus peti kemas internasional dan domestik yang ditangani TPS mencapai 122.876 TEUs, di mana sektor internasional menyumbang angka dominan sebesar 120.725 TEUs.

Capaian ini menjadi bukti konsistensi TPS dalam menjaga kelancaran rantai pasok dan arus logistik nasional di tengah pesatnya dinamika perdagangan global.

Secara lebih rinci, komposisi arus peti kemas internasional pada bulan tersebut masih digerakkan oleh tingginya aktivitas ekspor. Arus ekspor tercatat menyumbang 61.267 TEUs atau sekitar 51% dari total throughput internasional, sementara arus impor berada di angka 59.458 TEUs atau sekitar 49%.

Baca Juga: Kian Dipercaya Pelayaran Global, COSCO Merapat Dongkrak Peti Kemas Terminal Teluk Lamong hingga 90 Persen

Dominasi arus ekspor ini tidak hanya mencerminkan tetap terjaganya aktivitas perdagangan luar negeri Indonesia, tetapi juga mengindikasikan kuatnya kontribusi sektor ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi efisiensi layanan udara dan laut, TPS berhasil mempertahankan produktivitas bongkar muat kapal pada level yang sangat kompetitif. Produktivitas Box Ship Hour (BSH) pada layanan internasional mencatatkan rata-rata 51 box/ship/hour, yang berarti telah melampaui standar minimum 48 box/ship/hour yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak.

Selain itu, dengan melayani 87 kunjungan kapal internasional selama September 2026, Yard Occupancy Ratio (YOR) di lapangan penumpukan TPS masih terjaga ideal di bawah 40% (ekspor 36,48% dan impor 39,29%), yang menunjukkan kesiapan infrastruktur TPS dalam menampung arus barang secara andal.

Kelancaran dan ketepatan operasional ini didukung penuh oleh pemanfaatan peralatan modern berbasis listrik, seperti Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG). Langkah modernisasi ini menjadi komitmen berkesinambungan TPS dalam menaikkan produktivitas sekaligus mewujudkan operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan (green port).

Baca Juga: Arus Peti Kemas Internasional Tetap Dominasi Kinerja di Terminal Petikemas Surabaya

Menanggapi capaian positif tersebut, Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, menegaskan bahwa hasil ini menunjukkan tingginya kepercayaan para pengguna jasa terhadap efisiensi TPS.

"Arus peti kemas yang tetap terjaga pada September 2026 menunjukkan kemampuan TPS dalam memberikan layanan operasional yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Dominasi arus ekspor dibandingkan impor menjadi indikasi positif bahwa aktivitas perdagangan internasional masih bergerak dinamis, TPS akan terus meningkatkan kualitas layanan, produktivitas operasional, serta memperkuat peran sebagai gerbang logistik utama di Kawasan Timur Indonesia." ungkap Ali Sodikin.  (rir/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
perdagangan global terminal petikemas ekspor logistik tps