RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah mendorong pengembangan sapi unggul berbasis teknologi genetik, seperti sapi Belgian Blue yang memiliki potensi pertumbuhan dan bobot tinggi.
Kontes APPSI ini tidak hanya mencari sapi terbaik, tetapi menjadi ruang unjuk hasil inovasi peternak sekaligus ekosistem pengembangan peternakan yang menyatukan peternak, komunitas, pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi.
Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pembina APPSI, Ahmad Muzani, menyoroti tingginya partisipasi peternak lokal dalam ajang tersebut. Dari total lebih dari 250 peserta kontes, lebih dari 100 peserta berasal dari Jawa Barat.
Baca Juga: Pungli di Jalan Romokalisari Arah GBT Surabaya Terungkap, Gardu Langsung Dibongkar
Kondisi ini dinilai positif karena mematahkan dominasi peternak asal Jawa Timur dan Jawa Tengah pada kontes-kontes sebelumnya.
Muzani menilai Kabupaten Bogor memiliki modal penting untuk pengembangan usaha sapi dari sisi dukungan lingkungan dan ketersediaan pakan.
Selain sapi potong, APPSI kini memperluas fokus pada pengembangan sapi perah guna memenuhi kebutuhan susu nasional yang terus meningkat, terutama seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Saham Konsorsium Whoosh Bakal Dialihkan ke Pemerintah, Ini Dampaknya bagi APBN
"Kebutuhan susu kita kurang itu sejak sebelum ada MBG, apalagi ada MBG, lebih banyak lagi," jelas Muzani.
Dukungan pemerintah turut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda. Ia menyatakan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat ekosistem dari hulu hingga hilir, mencakup mutu genetik, kesehatan ternak, pembiayaan, pakan, hingga akses pasar.
Sebagai dukungan konkret, Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang menghibahkan dua ekor sapi kepada APPSI. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir lebih banyak peternak berdaya saing untuk memperkuat kemandirian protein nasional.
Baca Juga: Properti Jatim Lesu, Separuh Pembeli Rumah Berpotensi Ditolak KPR, Ini Sebabnya
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis