Lelang BBM Sepi, Pemerintah Berburu BBM ke Negara Lain demi Jaga Stok Nasional 20 Hari

Hany Akasah • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:33 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM nasional masih berada pada standar minimal, yakni sekitar 18 hingga 21 hari.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM nasional masih berada pada standar minimal, yakni sekitar 18 hingga 21 hari.

radarsurabayabisnis.id – Pemerintah mengubah strategi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga ketersediaan stok nasional di tengah gangguan pasokan akibat konflik geopolitik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini menerapkan metode hunting dengan mencari negara-negara yang masih memiliki kelebihan stok BBM untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga: Antisipasi Kenaikan BBM, Kendaraan Operasional Pemkot Surabaya Beralih ke Listrik

Strategi tersebut ditempuh setelah mekanisme pengadaan melalui lelang mengalami kendala karena jumlah peserta semakin terbatas.

Lelang BBM Sepi, Pemerintah Cari Stok ke Negara Lain

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, metode hunting dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok BBM nasional tetap terjaga.

Baca Juga: Perluas Layanan ke Jawa Bagian Barat, PT Patra Logistik Resmi Kelola Distribusi BBM di Seluruh Jawa

"Yang kami lakukan sekarang adalah hunting untuk menjaga agar stok nasional itu ada," ujar Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipantau dari kanal resmi Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin.

Menurut Laode, metode tersebut berbeda dengan mekanisme pengadaan sebelumnya yang mengandalkan lelang.

Kondisi geopolitik di Timur Tengah membuat peserta lelang berkurang. Pemerintah kemudian harus mencari secara langsung negara yang masih memiliki persediaan BBM berlebih.

Indonesia disebut kehilangan sekitar 25 persen sumber impor sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pada awal 2026.

"Sebelumnya Pertamina melakukan lelang, sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada. Jadi, kita harus mencari negara-negara yang punya kelebihan stok," katanya.

Harga BBM Berpotensi Lebih Mahal

Perubahan metode pengadaan tersebut memiliki konsekuensi terhadap harga pembelian BBM.

Laode mengatakan, harga yang diperoleh melalui metode hunting berpotensi lebih tinggi dibandingkan mekanisme pengadaan biasa. Namun, pemerintah menilai ketersediaan pasokan merupakan prioritas untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Dengan metode tersebut, pemerintah memperkirakan stok BBM nasional dapat dipertahankan untuk kebutuhan sekitar 18 hingga 20 hari ke depan.

Stok BBM Nasional Masih di Batas Aman

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM nasional masih berada pada standar minimal, yakni sekitar 18 hingga 21 hari.

Pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas masyarakat di tengah gejolak geopolitik global.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

Perubahan harga minyak global akan memengaruhi Indonesian Crude Price (ICP), yang menjadi salah satu faktor dalam penentuan harga BBM nonsubsidi.

"Harga BBM nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya naik, ICP otomatis akan naik. Tetapi kalau harga ICP turun, pasti juga akan melakukan koreksi," kata Bahlil.

Dengan kondisi geopolitik yang masih memengaruhi jalur pasokan energi global, pemerintah kini harus menjaga keseimbangan antara memastikan stok BBM tetap tersedia dan mengendalikan dampaknya terhadap harga energi di dalam negeri.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
bbm nonsubsidi stok bbm bbm harga bbm bbm subsidi