Pada bulan September 2026, Kabupaten Gresik mencatatkan inflasi tahunan atau Year-on-Year (Y-on-Y) sebesar 3,19 persen.
Data tersebut menunjukkan adanya dinamika harga barang dan jasa yang menjadi indikator penting dalam memantau kondisi ekonomi daerah.
Baca Juga: Antisipasi Kenaikan BBM, Kendaraan Operasional Pemkot Surabaya Beralih ke Listrik
Sementara itu, inflasi kumulatif sejak awal tahun atau year-to-date (y-to-d) berada di angka 1,93 persen, dan inflasi bulanan (Month-to-Month) tercatat sebesar 0,24 persen.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kabupaten Gresik Nomor 21/10/3525/Th. VII yang dirilis pada 1 Oktober 2026, lonjakan inflasi ini sangat dipengaruhi oleh sektor kebutuhan pokok.
Lelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil paling dominan terhadap inflasi tahunan, yakni mencapai 1,43 persen.
Baca Juga: Kasus ISPA Jatim Meledak, Tembus 200 Ribu saat Kemarau, Ini Daerah Tertinggi
Selain urusan perut, kelompok transportasi menyusul sebagai penyumbang inflasi terbesar kedua dengan andil 0,43 persen. Hal ini diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,38 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,28 persen. Biaya pendidikan turut menyumbang angka inflasi sebesar 0,22 persen.
"Perkembangan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi harga barang dan jasa di Kabupaten Gresik," tulis laporan resmi BPS tersebut, yang statistiknya disampaikan langsung oleh Bahrul Ulum, S.Si., MM., selaku Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Gresik.
Baca Juga: Merger 4 BUMN Karya Dimulai, WIKA dan Waskita Berikutnya, Ini Sebabnya
Tidak hanya kebutuhan primer yang mengalami penyesuaian harga, beberapa kelompok pengeluaran lain juga turut memberikan andil meski dalam persentase yang lebih kecil. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga tercatat memberikan andil sebesar 0,14 persen.
Selanjutnya, kelompok pakaian dan alas kaki menyumbang 0,10 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen, disusul informasi, komunikasi, dan jasa keuangan di angka 0,07 persen.
Dua sektor dengan andil terkecil adalah kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen serta rekreasi, olahraga, dan budaya yang hanya menyumbang 0,02 persen.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 Jatim, Ajang Jatim Fest 2026 Buka Peluang Bisnis Triliunan Rupiah
Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Provinsi Jawa Timur, tingkat inflasi tahunan Gresik yang sebesar 3,19 persen ini berada di posisi menengah.
Angka tertinggi dipegang oleh Kabupaten Sumenep dengan 3,85 persen, sedangkan tingkat inflasi terendah dicatatkan oleh Kabupaten Banyuwangi di angka 2,69 persen.
Masyarakat yang ingin mengetahui rincian data lebih lanjut dapat mengakses informasi statistik Kabupaten Gresik melalui situs resmi gresikkab.bps.go.id.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis