Merger 4 BUMN Karya Dimulai, WIKA dan Waskita Berikutnya, Ini Sebabnya

Hany Akasah • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 14:59 WIB
Setelah merger empat BUMN karya, Danantara akan berfokus pada restrukturisasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).
Setelah merger empat BUMN karya, Danantara akan berfokus pada restrukturisasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

radarsurabayabisnis.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memprioritaskan merger empat badan usaha milik negara (BUMN) sektor konstruksi.

Empat perusahaan yang menjadi prioritas tersebut yakni PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya.

Penggabungan empat BUMN konstruksi tersebut akan dilakukan lebih dahulu sebelum Danantara melanjutkan penataan perusahaan konstruksi lainnya.

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN DAMRI September 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya!

Empat BUMN Konstruksi Jadi Tahap Awal

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, merger empat perusahaan tersebut relatif lebih mudah dilakukan. Karena itu, Danantara menjadikannya sebagai tahap awal konsolidasi BUMN Karya.

“Merger PTPP, Adhi Karya, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan merger. Karena itu, kita mulai dari proses penggabungan ini terlebih dahulu,” ujar Dony seusai menghadiri Executive Breakfast Meeting yang digelar IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat (2/10).

Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari langkah Danantara dalam menyederhanakan dan menata kembali struktur BUMN sektor konstruksi.

Baca Juga: Kesempatan Gabung BUMN: PT KAI Buka Lowongan Kerja Lulusan SLTA, D3, dan S1 untuk Berbagai Formasi

WIKA dan Waskita Jadi Pekerjaan Berikutnya

Setelah merger empat perusahaan tersebut, Danantara akan berfokus pada restrukturisasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Menurut Dony, kedua perusahaan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks, terutama terkait optimalisasi aset dan pengurangan beban utang.

“Terutama sekali WIKA dan Waskita. Kalau Hutama Karya relatif sehat. Jadi, hanya WIKA dan Waskita yang akan menjadi persoalan,” kata Dony.

Restrukturisasi terhadap kedua perusahaan tersebut menjadi bagian dari penataan BUMN Karya setelah proses merger empat perusahaan sebelumnya diselesaikan.

Danantara Siapkan 4 Skema Penataan BUMN

Dony menjelaskan, penataan perusahaan BUMN dilakukan melalui empat skema, yakni likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi.

Untuk restrukturisasi, langkah yang dilakukan dapat mencakup penambahan ekuitas, injeksi aset, hingga penataan kembali pinjaman perusahaan.

Skema tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing perusahaan sehingga pengelolaan aset maupun operasional dapat berjalan lebih efektif.

Jumlah BUMN Ditargetkan Jadi Sekitar 200 Perusahaan

Danantara menargetkan jumlah perusahaan yang dikelola dapat ditekan menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir 2026.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyederhanakan pengelolaan perusahaan negara.

Selain sektor konstruksi, Danantara juga menjalankan konsolidasi perusahaan BUMN di sektor asuransi.

Penggabungan perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit ditargetkan rampung pada akhir 2026. Konsolidasi tersebut juga mencakup perusahaan asuransi berbasis syariah.

Melalui konsolidasi tersebut, Danantara berupaya menata struktur perusahaan negara agar pengelolaan aset dan operasional dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
waskita Nindya Karya wika bumn Danantara