RADAR SURABAYA BISNIS – Inovasi sistem pembayaran digital Indonesia, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara, berhasil meraih pengakuan dunia melalui penghargaan "50-in-5 Awards 2026" untuk kategori Kolaborasi.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Digital Public Goods Alliance (DPGA) bersama Co-Develop ini menjadi bukti kesuksesan Indonesia dan negara-negara mitra dalam membangun ekosistem pembayaran lintas batas yang inklusif serta interoperabel.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Chief Investment Officer Co-Develop, Lindsey Crumbaugh, kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta, yang hadir mewakili Indonesia.
Baca Juga: Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75 Persen, Pertumbuhan Kredit dan Transaksi QRIS Melesat
Momen penganugerahan ini berlangsung dalam rangkaian 50-in-5 Milestone Event pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 (United Nations General Assembly/UNGA 81) di New York, Amerika Serikat, pada Senin (21/9/2026).
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/9/2026), menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara BI, Pemerintah, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), industri sistem pembayaran nasional, serta otoritas dan pelaku industri di negara-negara mitra.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa implementasi QRIS Antarnegara membuktikan bahwa konektivitas lintas batas tidak menuntut setiap negara untuk memiliki sistem pembayaran yang seragam.
Baca Juga: Krisis Listrik Hijau Bayangi Dunia, RI Tawarkan Pasokan EBT Melimpah untuk Industri Data Center
"Yang dibutuhkan adalah kesamaan tujuan, kepercayaan, standar yang disepakati, serta komitmen untuk menghubungkan sistem yang telah dimiliki masing-masing negara. Dengan menghubungkan sistem, kita menghubungkan masyarakat dan membuka peluang melampaui batas negara," ujar Filianingsih.
Pengembangan QRIS Antarnegara memanfaatkan interkoneksi infrastruktur pembayaran domestik di masing-masing negara sehingga masyarakat Indonesia dapat bertransaksi di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran yang sudah biasa dipakai sehari-hari, begitu pula sebaliknya bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia.
Hingga saat ini, jaringan konektivitas QRIS Antarnegara terus diperluas melalui kerja sama lintas batas dengan enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Baca Juga: Jadi Incaran Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Bertanda Tangan Purbaya-Perry
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 hingga Juli 2026, volume transaksi QRIS Antarnegara oleh pengguna dari negara mitra di Indonesia tercatat mencapai 21 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp5,90 triliun. Di sisi lain, transaksi masyarakat Indonesia di negara mitra tercatat sebanyak 4,67 juta transaksi atau senilai Rp1,73 triliun.
Data tersebut menunjukkan adanya selisih positif (surplus) nilai transaksi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp4,17 triliun dibandingkan transaksi pengguna Indonesia di luar negeri.
Capaian ini turut menopang aktivitas perdagangan, sektor pariwisata, serta penerimaan devisa negara dari kunjungan wisman.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.905 per Dolar AS, Volatilitas Pasar Valas Berlanjut
Manfaat pengakuan global dalam kampanye 50-in-5—sebuah gerakan advokasi dunia untuk mendukung 50 negara membangun infrastruktur publik digital yang aman dan inklusif sebelum 2028, juga berdampak langsung pada pelaku usaha domestik.
Berdasarkan catatan Bank Indonesia hingga Juli 2026, ekosistem QRIS di dalam negeri telah menjangkau 45,46 juta merchant, di mana 96,69% di antaranya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kehadiran QRIS Antarnegara memberikan peluang lebih luas bagi UMKM untuk melayani transaksi wisatawan asing secara praktis tanpa perlu menyediakan perangkat atau sistem pembayaran baru.
Baca Juga: Industri Padat Karya Mulai Bangkit, 14 dari 15 Subsektor Tumbuh Positif
Ke depannya, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan QRIS Antarnegara ke berbagai negara mitra potensial lainnya, khususnya negara yang memiliki hubungan erat di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat dengan Indonesia.
Langkah strategis ini diambil guna menghadirkan layanan pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH) sekaligus memperkokoh inklusi keuangan Indonesia di kancah regional maupun global.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis