Prabowo Desak IEU-CEPA Selesai, Ekspor Indonesia Siap Ekspansi ke Eropa

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama para menteri di Istana Negara, Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama para menteri di Istana Negara, Jakarta.

RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginstruksikan jajaran menterinya untuk segera merampungkan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). 

Langkah strategis ini diambil pemerintah guna memperluas akses pasar ekspor dan mendongkrak daya saing produk Indonesia di tingkat global.

Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri terkait di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Prabowo Siapkan Strategi Besar Bangkitkan Tekstil Nasional, Rombak Aturan Impor dan PPN Sektor Tekst

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membenarkan adanya instruksi khusus dari Kepala Negara terkait perjanjian dagang dengan kawasan Eropa tersebut.

"Tadi Bapak Presiden juga minta agar IEU CEPA itu segera diselesaikan," ujar Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya usai mengikuti rapat di Istana.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa proses IEU-CEPA saat ini telah memasuki tahap akhir. Dokumen perjanjian sedang dalam proses penyelesaian ke dalam bahasa Inggris untuk kemudian diajukan dan diproses oleh Parlemen Eropa.

Baca Juga: Akhir Sejarah Krisis 1998, Pemerintah Resmi Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

Setelah tahapan di Eropa selesai, pemerintah Indonesia akan menindaklanjutinya dengan proses ratifikasi di DPR sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku di Tanah Air.

"IEU CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa dan dari situ baru kita, dalam versi kita, untuk dibawa ke Parlemen untuk ratifikasi," jelas Airlangga.

Selain persiapan dokumen, pemerintah juga tengah mengatur jadwal pertemuan tingkat tinggi. Menko Airlangga mengungkapkan adanya rencana kunjungan dari pimpinan Uni Eropa, termasuk Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maroš Šefčovič, ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026 mendatang.

Baca Juga: Tinggalkan Berburu, Warga Kalimantan Barat Kini Dapat Cuan dari Foto Satwa Liar

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat dituntaskan pada semester kedua tahun 2026. Dengan demikian, kesepakatan yang diproyeksikan mampu meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa ini dapat mulai diimplementasikan secara penuh pada awal tahun 2027.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
perdagangan prabowo ekspor eropa IEU CEPA