Stok BBM Subsidi Dijamin Aman, Menteri ESDM Minta Orang Kaya Tak Ikut Menikmati

Hany Akasah • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:44 WIB
Harga sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi resmi mengalami kenaikan mulai 1 September 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tegaskan stok BBM subsidi aman dan imbau agar tepat sasaran.

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah terus menyiapkan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Seiring dengan jaminan pasokan tersebut, pemerintah menaruh fokus utama pada penyaluran subsidi agar makin tepat sasaran dan hanya dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Pernyataan ini disampaikan Menteri ESDM seusai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Kinerja Stabil, OJK Catat Pertumbuhan Positif Sektor Keuangan Jatim di 2026

Dalam keterangannya, Bahlil menyoroti fenomena pergeseran (shifting) konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Ia secara khusus mengimbau kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi memadai untuk ikut menjaga agar BBM subsidi tidak salah sasaran.

"Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi," tegas Bahlil.

Menurutnya, ketepatan sasaran adalah kunci dalam pengelolaan BBM bersubsidi, karena fasilitas tersebut murni disediakan untuk masyarakat yang benar-benar berhak.

Baca Juga: Program SEKAR PESISIR PGN SAKA Sukses Antar Batik Geger Banyuurip Tembus Pameran Nasional

Terkait potensi penguatan regulasi pembatasan BBM, Bahlil menyatakan pemerintah akan mempertimbangkannya lebih lanjut. Karena perubahan aturan membutuhkan proses dan waktu, imbauan moral kepada masyarakat mampu menjadi langkah penting yang harus disampaikan sejak dini.

Menteri ESDM pun mengajak masyarakat menengah ke atas untuk memberikan ruang bagi mereka yang lebih membutuhkan.

"Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah. Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya," ujarnya.

Baca Juga: SBY Pamerkan 95 Karya Seni di Surabaya, Siapkan Pameran Akbar Desember Mendatang

Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus menjaga pasokan BBM sekaligus membenahi tata kelola penyaluran subsidi, sehingga dukungan negara dapat diterima secara adil oleh rakyat yang paling membutuhkan.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
mobil mewah bbm menteri esdm bahlil lahadalia bbm subsidi