RADAR SURABAYA BISNIS – Kinerja ekspor kelapa sawit Indonesia terus menunjukkan tren positif. Ekspor Crude Palm Oil (CPO) beserta produk turunannya tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,49 persen sepanjang periode Januari hingga Juli 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Merespons capaian tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya memperkuat sektor sawit nasional, tidak hanya di sektor hulu tetapi juga hilir.
Peningkatan produksi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan program hilirisasi agar ekspor Indonesia tidak lagi bertumpu pada bahan mentah semata.
Baca Juga: Daftar Lengkap Tanggal Merah 2027, Siap-siap Nikmati 26 Hari Libur
"Indonesia ini salah satu produsen sawit terbesar dunia, ini kekuatan kita. Jangan hanya ekspor bahan mentah, tetapi kita dorong hilirisasi supaya nilai tambahnya semakin besar," ujar Mentan Amran.
Tren positif ekspor sawit ini sejalan dengan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa penguatan kinerja ekspor nonmigas nasional banyak didorong oleh kenaikan harga komoditas global, khususnya di sektor pertanian.
Secara keseluruhan, BPS mencatat total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Juli 2026 mencapai US$160,01 miliar atau meningkat 5,21 persen. Minyak sawit menjadi salah satu komoditas utama penyumbang pertumbuhan tersebut.
Baca Juga: Bitumen Plant Gresik Boyong Penghargaan Bergengsi di ENSIA 2026
Bagi Mentan Amran, penguatan pasar ekspor ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri pengolahan dalam negeri. Tujuan akhirnya adalah memastikan nilai tambah dari produk turunan sawit dapat dinikmati langsung oleh para petani dan pekebun.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produktivitas di tingkat hulu melalui peremajaan tanaman (replanting), penggunaan benih unggul, dan perbaikan tata cara budidaya.
Langkah komprehensif dari hulu ke hilir ini dinilai krusial untuk menjaga daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia di pasar internasional.
Baca Juga: Lowongan Kerja 2026, PT Sucofindo Buka Banyak Posisi, Fresh Graduate Boleh Daftar
Peluang perluasan pasar ekspor juga masih terbuka lebar. Sebagai contoh, nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat mencapai US$40,82 miliar pada Januari-Juli 2026, meningkat 18,01 persen, di mana kelompok lemak dan minyak nabati termasuk sawit menjadi bagian penting dalam perdagangan tersebut.
"Pertanian harus menghasilkan, harus memberikan nilai tambah. Kita ingin produk pertanian Indonesia semakin banyak masuk pasar dunia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani," tegas Mentan Amran.
Baca Juga: Kasus Demam dan Influenza Naik di Surabaya, Beredar Rumor Rumah Sakit Penuh
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis