radarsurabayabisnis.id - Kabar baik bagi warga Surabaya yang masuk kelompok Desil 1 hingga 3 dan belum memiliki pendapatan tetap. Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya menyiapkan peluang kerja bagi ribuan warga tersebut.
Hasil pendataan Disperinaker Surabaya mencatat sebanyak 2.463 orang masuk dalam kelompok sasaran yang membutuhkan intervensi penempatan kerja. Mereka nantinya akan disandingkan dengan lowongan yang tersedia di sejumlah perusahaan mitra.
Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN DAMRI September 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya!
Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan terdapat 39 perusahaan yang disiapkan untuk menerima para pencari kerja tersebut.
“Jadi, 2.463 orang ini nantinya akan kami sandingkan dengan peluang kerja yang kami miliki di Kota Surabaya. Ada sekitar 39 perusahaan yang nantinya dari 2.463 orang ini kami arahkan untuk melamar,” kata Hebi, Minggu (13/9).
Menariknya, jumlah lowongan yang tersedia mencapai 2.738 posisi. Artinya, jumlah posisi yang disiapkan perusahaan lebih banyak dibandingkan jumlah warga yang menjadi sasaran program.
39 Perusahaan Siapkan 2.738 Lowongan
Pemkot Surabaya tidak hanya mempertemukan warga dengan perusahaan. Para pencari kerja juga mendapatkan pendampingan agar lebih siap menghadapi proses rekrutmen.
Baca Juga: Kesempatan Gabung BUMN: PT KAI Buka Lowongan Kerja Lulusan SLTA, D3, dan S1 untuk Berbagai Formasi
Pendampingan diberikan mulai dari penyusunan berkas lamaran sesuai standar perusahaan hingga persiapan menghadapi tahapan seleksi dan wawancara.
Hebi mengatakan para calon pekerja akan dibekali panduan untuk menunjukkan kemampuan dan potensi terbaik ketika mengikuti proses rekrutmen.
“Kami ajari bagaimana caranya agar sesuai standar. Kemudian yang kedua, ketika ada wawancara nanti, kami akan ajari juga bagaimana cara wawancaranya,” ujarnya.
Dengan pendampingan tersebut, warga yang sebelumnya belum memiliki pendapatan tetap diharapkan tidak hanya mendapatkan akses informasi lowongan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing dalam proses seleksi.
Panggilan Kerja Bisa Dipantau Lewat HP
Untuk mempermudah proses penempatan, Disperinaker Surabaya juga memanfaatkan aplikasi ASSiK atau Arek Suroboyo Siap Kerjo.
Setiap warga yang terdaftar dalam program tersebut akan dibuatkan akun pribadi. Melalui aplikasi itu, pencari kerja dapat memperoleh informasi mengenai panggilan tes, jadwal wawancara hingga hasil seleksi.
“Nanti mereka bisa melihat lewat HP, apakah ada panggilan atau tidak. Akan ada notifikasi di sana. Ini untuk memudahkan pencari kerja agar pada saat wawancara, tes, dan sebagainya tidak terlewatkan,” tuturnya.
Pemanfaatan sistem digital tersebut diharapkan membuat proses rekrutmen lebih mudah dipantau dan mengurangi risiko warga melewatkan informasi penting dari perusahaan.
Data Pencari Kerja Akan Terus Dipantau
Program penempatan kerja ini juga akan disertai pemantauan secara berkelanjutan. Disperinaker akan bekerja sama dengan jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memantau perkembangan masing-masing pencari kerja.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan penempatan kerja sesuai dengan kualifikasi, mencegah penumpukan pelamar pada perusahaan tertentu, serta memberikan kesempatan yang setara kepada warga yang masuk kelompok sasaran.
“Nama-nama tersebut nanti dimonitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota Eri Cahyadi sangat mendukung program ini,” pungkasnya.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi bagi warga berpenghasilan rendah di Surabaya untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap. Dengan pendampingan serta pemanfaatan teknologi digital, proses penempatan kerja ditargetkan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya