radarsurabayabisnis.id - Pisang Mas Kirana, salah satu komoditas unggulan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai dibidik untuk menembus pasar Singapura. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Food and Agriculture Organization (FAO) menjajaki peluang kerja sama dengan calon pembeli dari Singapura.
Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan potensi ekspor, mulai dari karakteristik produk, kebutuhan pasar, kesiapan pasokan, umur simpan hingga kemungkinan pengiriman percobaan.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan penjajakan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keunggulan Pisang Mas Kirana sekaligus memahami kebutuhan calon pembeli.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak 3 Komoditas di Malang untuk Perkuat Ketahanan Pangan
"Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter pisang mas Kirana sekaligus memahami kebutuhan calon pembeli," kata Hendra dalam keterangannya, Sabtu.
Bagi ratusan petani yang mengembangkan komoditas tersebut, peluang masuk pasar Singapura bukan sekadar membuka pasar baru. Jika berkembang menjadi kerja sama perdagangan, akses pasar yang lebih luas diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi hasil produksi petani.
629 Petani Kembangkan Pisang Mas Kirana
Hendra mengatakan Pisang Mas Kirana merupakan pisang lokal premium yang telah memiliki Indikasi Geografis. Karakteristik tersebut menjadi salah satu modal untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.
Baca Juga: Produksi Padi Jatim Tembus 10,44 Juta Ton, Topang Ketahanan Pangan Nasional
"Pisang mas Kirana merupakan pisang lokal premium yang sudah memiliki indikasi geografis. Dari sisi kualitas, produk itu memiliki karakteristik yang menarik untuk pasar ekspor, sehingga kami terus mendorong agar potensi tersebut dapat dikembangkan," tutur Hendra.
Saat ini terdapat sekitar 629 petani yang menanam Pisang Mas Kirana. Total luas lahannya mencapai 238 hektare dengan lebih dari 45 ribu pohon produktif yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lumajang.
Produksi saat ini mencapai sekitar 43,8 ton per bulan. Dengan pengelolaan dan peningkatan produktivitas, kapasitas produksi tersebut diperkirakan berpotensi meningkat hingga sekitar 191 ton per bulan.
"Produksi pisang mas Kirana saat ini sekitar 43,8 ton per bulan. Dengan pengelolaan dan peningkatan produktivitas, kapasitas tersebut diperkirakan berpotensi meningkat hingga sekitar 191 ton per bulan," ungkapnya.
Pasar Singapura Butuh Pasokan Konsisten
Potensi produksi yang besar menjadi modal penting, tetapi belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Calon pembeli dari Singapura juga membutuhkan kualitas produk yang seragam dan pasokan yang konsisten.
Karena itu, kesiapan di tingkat kebun menjadi bagian penting dalam proses penjajakan pasar tersebut.
Dari sisi keamanan pangan, hasil pengujian yang disampaikan dalam proses penjajakan menunjukkan produk memenuhi standar yang relevan, termasuk SNI dan Codex.
"Dari sisi keamanan pangan, hasil pengujian yang disampaikan dalam penjajakan juga menunjukkan produk memenuhi standar yang relevan, termasuk SNI dan Codex. Ada aspek keamanan pangan dan identitas produk yang menjadi nilai tambah, sehingga itu kami perkenalkan kepada calon pembeli di Singapura," kata Hendra.
Pisang Mas Kirana memiliki ukuran relatif kecil dan seragam, kulit berwarna kuning keemasan, rasa manis, serta tekstur renyah. Tingkat kemanisannya berada pada kisaran 22–29 derajat Brix.
Produk tersebut juga telah memiliki Indikasi Geografis yang terdaftar pada 2024.
Petani Berpeluang Terhubung Langsung dengan Pembeli
Dalam penjajakan tersebut juga muncul usulan skema transisi yang memungkinkan pembeli melakukan kontrak secara langsung dengan koperasi atau petani.
Sementara itu, proses pengiriman dan pemenuhan berbagai ketentuan ekspor pada tahap awal dapat disubkontrakkan kepada eksportir yang telah berpengalaman.
Skema tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk membuka akses pasar internasional tanpa mengabaikan kesiapan petani dan pelaku usaha dalam memenuhi standar ekspor.
Jika kerja sama dengan calon pembeli Singapura berkembang menjadi perdagangan rutin, perluasan pasar tersebut berpotensi memberikan nilai tambah bagi Pisang Mas Kirana sekaligus memperkuat posisi komoditas unggulan Lumajang di pasar luar negeri.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya