Emak-Emak di Wiyung Serbu Gerakan Pangan Murah, Beras SPHP Cuma 58 Ribu!

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:20 WIB
Warga antre membeli bahan pokok di Gerakan Pangan Murah Balas Klumprik, Surabaya, Rabu (9/9/2026).
Warga antre membeli bahan pokok di Gerakan Pangan Murah Balas Klumprik, Surabaya, Rabu (9/9/2026).

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus berupaya meringankan beban ekonomi warganya. 

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kali ini berlokasi di Balai RW 3 Jalan Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, pada Rabu (9/9/2026).

Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa program GPM ini merupakan agenda rutin bulanan yang diselenggarakan serentak di 31 kecamatan se-Kota Surabaya.

Baca Juga: Boga Bahari RI Raup Rp3,49 Triliun di Jepang, Tuna dan Gurita Paling Laris

"Harapannya masyarakat bisa mendapatkan barang dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau. Langkah ini juga menjadi upaya kita untuk menekan angka inflasi secara berkelanjutan," jelas Nanik saat ditemui di lokasi kegiatan.

Dalam penyelenggaraannya, DKPP tidak berjalan sendiri. Program ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari Kelompok Tani (Poktan), Pembudidaya Ikan (Podakan) wilayah Wiyung, PD Rumah Potong Hewan (RPH), UMKM lokal, hingga Kelompok Koperasi Merah Putih (KKMP).

"Mulai bulan ini KKMP ikut aktif terlibat. Kami berusaha memperkenalkan produk-produk Poktan dan UMKM lokal agar semakin dikenal luas oleh masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Meroket, Posisi Klasemen Aldi Satya Mahendra Naik Tajam Dua Tingkat di World Supersport

Sebanyak 17 peserta turut berpartisipasi menghadirkan beragam kebutuhan pokok. KKMP Kelurahan Balas Klumprik, misalnya, menyediakan 400 zak beras SPHP dengan harga Rp58.000 per zak dan 600 liter Minyakita seharga Rp15.500 per liter.

Selain itu, PT Surya Kreasi Pangan menjual 200 kg telur ayam ras seharga Rp23.500 per kg, dan PT Kebon Agung menghadirkan gula pasir dengan harga Rp17.000 per kg. 

Ada pula ragam paket sayuran dari PISS seperti bawang merah, bawang putih kating, dan cabai rawit yang dibanderol Rp5.000 per bungkus, serta ikan segar hasil tangkapan Poktan setempat.

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN DAMRI September 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya!

Kehadiran GPM ini disambut antusiasme tinggi dari warga sekitar yang memanfaatkannya untuk memenuhi stok kebutuhan harian hingga satu bulan ke depan.

Sulis Hidayati, salah satu warga Gempol, Kelurahan Balas Klumprik, mengaku sangat terbantu. Ia menyoroti disparitas harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar.

"Minyak goreng di sini harganya Rp15.500 per liter, selisih jauh kalau beli di luar yang biasanya di atas Rp20.000 per liter. Alhamdulillah cukup membantu pengeluaran rumah tangga," ungkap Sulis.

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN DAMRI September 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya!

Belajar dari pengalaman sebelumnya di mana ia kehabisan barang karena datang terlalu siang, Sulis kali ini sengaja datang lebih awal. 

"Senang sekali, sebagai ibu rumah tangga pasti mencari harga yang lebih miring. Harapannya kegiatan seperti ini sering diadakan ke depannya," pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
pangan murah beras wiyung pemkot surabaya sembako