RADAR SURABAYA BISNIS – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan penguatan perguruan tinggi perlu diarahkan pada kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.
Ia menekankan setiap perguruan tinggi perlu memiliki satu kekhasan yang menonjol sesuai karakteristik dan kekuatannya masing-masing.
"Perguruan tinggi adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Jadi, pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan oleh Bapak Presiden itu adalah sesuatu yang kuncinya (adalah) kita," kata Stella dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Jatim Tebar 3,2 Ton Garam untuk Datangkan Hujan, Ini Hasilnya
Ia menekankan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Stella, perguruan tinggi tidak harus memiliki strategi yang sama, tetapi perlu menentukan posisi, tujuan, serta kekhasan yang ingin dikembangkan agar dapat menghasilkan keunggulan yang nyata.
Sejalan dengan hal itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) sebagai upaya memperkuat pengembangan dan regenerasi kepemimpinan perguruan tinggi di Indonesia.
Baca Juga: Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Tembus US$ 146,5 Miliar, Ekonomi Makin Kuat
Para peserta AKPT akan belajar langsung dari pengalaman sejumlah pemimpin perguruan tinggi, akademisi, praktisi, dan tokoh strategis, di antaranya mantan Mendikbud (2009-2014) Mohammad Nuh, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily, Ketua Forum Majelis Wali Amanat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Mohamad Nasir, mantan Rektor BINUS (2009-2023) Harjanto Prabowo, serta Profesor Geopolitik dan Bisnis Islam di ESSEC Business School, Cedomir Nestorovic.
Lewat AKPT, Kemdiktisaintek berharap dapat membangun ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi yang semakin kuat dan berkelanjutan, sehingga mendorong perguruan tinggi Indonesia menjadi semakin unggul, berdaya saing global, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional.
Baca Juga: Banyak Warga Miskin Masuk Desil Tinggi Terancam Tidak Terima Bansos, Ini Cara Perbaiki
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis