RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi dan ketersediaan beras nasional dipastikan aman dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino dan musim kemarau panjang.
Untuk memperkuat stabilitas harga di pasaran, pemerintah memutuskan untuk menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak 1 juta ton.
Kepastian tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9).
Baca Juga: Segera Digelar, Kemenag Kebut Persiapan PPG Daljab 2026
"Kesimpulannya semuanya, aman, aman. Produksi dan kebutuhan pangan kita aman," tegas Mentan Amran.
Guna memastikan pasokan beras terjaga di tingkat konsumen, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Pertama, mempercepat penyaluran beras SPHP serta mendorong agar beras medium dan premium segera masuk ke berbagai jaringan ritel.
Langkah kedua, pemerintah secara resmi menghentikan impor beras pecah atau menir untuk mengoptimalkan serapan stok dalam negeri.
Baca Juga: OJK dan Kemenkes Jalin Sinergi untuk Pembiayaan Kesehatan yang Lebih Murah di Indonesia
"Beras yang diimpor itu 380 ribu ton, beras pecah, itu kita stop. Dari Bulog 380 ribu. Alhamdulillah, jadi kita tindak stop impor beras pecah, menir," jelas Amran.
Lebih lanjut, Mentan menjelaskan bahwa kebijakan ini juga sejalan dengan program hilirisasi. Beras Bulog yang mengalami penurunan mutu akan dialihkan untuk kebutuhan industri tepung beras, yang pada gilirannya diharapkan dapat menekan ketergantungan impor gandum.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Pangan Zulkifli Hasan membenarkan bahwa penambahan kuota SPHP merupakan langkah antisipatif pemerintah agar suplai pasar tetap kuat.
Baca Juga: Buru Potensi Cadangan Migas Baru, SKK Migas Gelar Survei Seismik 2D 19 Kecamatan di Lamongan
"Untuk merespons itu, maka kami baru saja rapat memutuskan: kita tambah suplainya untuk beras subsidi yang kita kenal dengan SPHP. SPHP medium, kita tambah lagi tadi 1 juta," jelas Zulkifli.
Beras SPHP tambahan ini rencananya akan disalurkan pada periode Oktober hingga Desember 2026, dan akan terus dilanjutkan hingga memasuki masa panen berikutnya. Operasi pasar besar-besaran dan percepatan bantuan pangan juga akan terus didorong guna menekan kenaikan harga.
Selain beras, pemerintah turut menyiapkan 150 ribu ton jagung SPHP untuk membantu peternak ayam rakyat berskala kecil dan menengah selama masa musim kemarau.
Baca Juga: El Nino Sampai Kapan, September Jadi Bulan Paling Berat Kekeringan di Indonesia
Melalui serangkaian mitigasi hulu hingga hilir ini, masyarakat diimbau untuk tidak panik karena distribusi pangan dipastikan tetap berjalan normal.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis