RADAR SURABAYA BISNIS — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi mengendus potensi cadangan minyak dan gas bumi baru di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Langkah eksplorasi awal ini ditandai dengan pelaksanaan survei seismik 2D yang menjangkau 19 kecamatan setempat.
Survei seismik lintas daerah yang bertajuk Lamongan-Tuban-Bojonegoro (Lamturo) ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, mulai Agustus 2026 hingga Januari 2027 mendatang.
Analis Senior Departemen Operasi SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Misbachul Munir, menjelaskan bahwa survei seismik 2D menjadi fondasi awal sebelum melangkah ke tahap pengolahan data geologi, pengeboran (drilling), hingga produksi.
Baca Juga: SKK Migas Jabanusa Buka Acuan Teknik POD 1 Lapangan Hidayah untuk Pemkab Sampang
“Di Kabupaten Lamongan, survei ini menyasar 19 kecamatan yang mencakup 234 desa. Penemuan cadangan baru menjadi kebutuhan krusial karena produksi migas secara alamiah terus mengalami penurunan (decline rate). Karena itu, survei seismik menjadi tahapan yang sangat krusial dalam rangkaian panjang eksplorasi,” terang Munir dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).
Metode survei dilakukan dengan merekam gelombang pantulan dari lapisan batuan di bawah permukaan bumi guna memetakan struktur geologi dan memperkuat indikasi potensi cadangan energi yang telah teridentifikasi sebelumnya.
Selain Lamongan, proyek seismik Lamturo juga menyisir dua kecamatan di Kabupaten Tuban serta 16 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Adapun eksekusi teknis di lapangan dipercayakan kepada PT Bureau Geophysical Prospecting (BGP) Indonesia.
Baca Juga: Resmi! Lowongan Kerja SKK Migas 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Tahapan pekerjaan lapangan meliputi proses perizinan dan sosialisasi, penyiapan lintasan, pendataan awal, drilling and preloading, perekaman data, pendataan akhir, skema pembayaran kompensasi, hingga pembersihan atau reklamasi lintasan.
Inisiatif eksplorasi energi nasional ini direspons positif oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengawal dan mendukung penuh kelancaran proyek strategis tersebut.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya dan siap mendukung. Harapannya, hasil survei ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lamongan serta mendukung kepentingan ketahanan energi bangsa dan negara,” tegas Pak Yes.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Energi, ITS Surabaya Dipercaya SKK Migas untuk Proyek Gas Gendalo Gandang
Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini berharap potensi sumber daya alam yang tersimpan di bumi Lamongan dapat terpetakan secara optimal, sehingga mampu memberikan dampak multiplier effect bagi perekonomian daerah di masa depan. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis