Beras SPHP Rp55 Ribu Diserbu Warga, Pasar Murah Jatim Raup Transaksi Rp114 Juta

Mus Purmadani • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:02 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pasar Murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dengan harga yang terjangkau masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pasar Murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dengan harga yang terjangkau masyarakat.

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah. Gelaran ke-119 yang berlangsung di Lapangan Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9), diserbu ribuan warga.

Pasar Murah tersebut mencatat total transaksi mencapai Rp114.760.000. Dari jumlah itu, transaksi bahan pokok mencapai Rp110.550.000, sedangkan produk UMKM lokal menyumbang Rp4.210.000.

Beras SPHP Paling Banyak Diburu Warga

Beras SPHP menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dibeli masyarakat. Sebanyak 1.600 sak beras SPHP ukuran 5 kilogram dengan harga Rp55.000 per sak berhasil terjual dengan nilai transaksi mencapai Rp88 juta.

Baca Juga: Beras SPHP Ditambah 1 Juta Ton, Pemerintah Siapkan Pasokan hingga Akhir 2026

Selain beras SPHP, masyarakat juga membeli 100 sak beras premium ukuran 5 kilogram dengan harga Rp70.000 per sak atau senilai Rp7 juta.

Komoditas kebutuhan sehari-hari lainnya yang tersedia dalam Pasar Murah antara lain gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, cabai, hingga daging ayam ras.

Hampir Semua Sembako Ludes

Tingginya antusiasme masyarakat membuat hampir seluruh komoditas yang disediakan ludes terjual.

Gula pasir sebanyak 200 kilogram terjual dengan nilai Rp2,8 juta. Minyak goreng sebanyak 240 liter menghasilkan transaksi Rp3,12 juta, sementara telur ayam ras sebanyak 200 kilogram terjual senilai Rp4 juta.

Bawang merah dan bawang putih sebanyak 30 kilogram mencatat transaksi Rp720 ribu. Tepung terigu sebanyak 48 kilogram terjual Rp480 ribu, sedangkan cabai rawit merah dan cabai merah besar sebanyak 30 kilogram terjual Rp750 ribu.

Baca Juga: BULOG Jatim Gelontorkan 700 Ton SPHP dan 20 Ribu Liter Minyakita, Ini Tujuannya

Untuk daging ayam ras, dari total pasokan 120 kilogram, sebanyak 115 kilogram berhasil terjual dengan nilai Rp3,68 juta.

Khofifah Sebut Pasar Murah Jadi Instrumen Pengendalian Inflasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pasar Murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dengan harga yang terjangkau masyarakat.

"Kami hadir untuk memastikan pasokan pangan aman dan harga tetap terkendali. Inilah komitmen kami dalam menekan inflasi daerah melalui intervensi pasar yang langsung dirasakan masyarakat," tegas Khofifah.

Menurut Khofifah, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli.

"Pasar murah bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi bagian dari kebijakan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli. Kami ingin masyarakat Jatim tetap sejahtera di tengah tantangan inflasi," pungkasnya.

Pemprov Jatim menyatakan Pasar Murah akan terus digelar secara berkala di berbagai daerah. Selain menjaga harga bahan pokok, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
Pasar Murah Jatim khofifah indar parawansa harga beras Beras sphp sembako murah