radarsurabayabisnis.id - Pemerintah menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1 juta ton untuk mengantisipasi dampak musim kemarau akibat fenomena El Nino terhadap pasokan dan harga beras di dalam negeri.
Keputusan tersebut diumumkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan setelah Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9).
Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, mengatakan musim kemarau tahun ini lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya karena hampir tidak terjadi hujan.
Baca Juga: Bantuan Beras 30 Kg Mulai Dibagikan di Surabaya, Pemkot Ancam Blacklist Warga yang Menjualnya
Kondisi tersebut membuat sebagian petani tidak dapat menanam padi pada periode gadu atau paceklik. Dampaknya, pasokan beras dari petani menurun dan harga beras di sejumlah daerah mulai mengalami kenaikan.
“Pasokan dari petani menurun, sehingga harga beras di sejumlah daerah naik sekitar Rp100 hingga Rp200 per kilogram,” ujarnya.
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP
Untuk meredam potensi kenaikan harga, pemerintah memutuskan menambah pasokan beras SPHP medium sebesar 1 juta ton.
Sebelumnya, alokasi beras SPHP sepanjang 2026 ditetapkan sebanyak 828 ribu ton. Dari jumlah tersebut, stok yang tersisa disebut tinggal sekitar 80 ribu ton.
Baca Juga: Kado HUT RI ke-81, Indonesia Ekspor Beras Premium ke Malaysia
Tambahan pasokan 1 juta ton tersebut akan disalurkan secara bertahap mulai Oktober, November, hingga Desember 2026.
Pemerintah berharap tambahan pasokan tersebut dapat menjaga ketersediaan beras di pasar sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.
Harga Beras SPHP Dibedakan Berdasarkan Zona
Beras SPHP yang disalurkan pemerintah akan dipasarkan dengan harga sesuai wilayah atau zona.
Untuk Zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi, harga ditetapkan Rp12.500 per kilogram.
Sementara Zona 2 yang mencakup Sumatra selain Lampung dan Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Kalimantan, harga beras SPHP ditetapkan Rp13.100 per kilogram.
Adapun untuk Zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua, harga beras SPHP dipatok Rp13.500 per kilogram.
Zulhas optimistis tambahan pasokan tersebut dapat menekan pergerakan harga beras, menjaga stabilitas pasokan, sekaligus melindungi daya beli masyarakat hingga memasuki musim panen berikutnya.
Bulog Awalnya Usulkan Tambahan 400 Ribu Ton
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, pihaknya sebelumnya hanya mengusulkan tambahan sekitar 400 ribu ton beras untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.
Usulan tersebut termasuk untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat menghadapi hari besar keagamaan. Namun, pemerintah akhirnya menyetujui tambahan hingga 1 juta ton.
“Ini luar biasa, perhatian pemerintah kepada Bulog dan rakyat sangat besar,” kata Rizal.
Saat ini, stok beras SPHP di gudang Bulog disebut tersisa sekitar 100 ribu ton. Dengan adanya tambahan pasokan baru, Bulog diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan beras secara nasional.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan harga beras di berbagai daerah dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya