radarsurabayabisnis.id - Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur memperkuat stabilisasi pangan memasuki musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga beras sekaligus memastikan kebutuhan pangan pokok masyarakat tetap aman.
Bersama Tim Satgas Pangan Provinsi Jawa Timur, BULOG melakukan pemantauan harga secara langsung di sejumlah pasar tradisional, terutama pasar induk yang menjadi titik penting distribusi pangan di berbagai kabupaten/kota.
Selain memantau harga, BULOG juga mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita melalui pasar dan jaringan mitra binaan.
Baca Juga: Jatim Jadi Andalan Bulog, 11 dari 13 Cabang Sudah Capai Target Serapan 100%
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jatim Langgeng Wisnu mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan sekaligus memastikan harga pangan tetap terjangkau.
“Hari ini Perum BULOG akan menggelontorkan beras SPHP kurang lebih 700 ton dan Minyakita sebanyak kurang lebih 20.000 liter melalui mitra binaan BULOG Jatim,” kata Langgeng saat memantau harga di Pasar Tambakrejo, Kota Surabaya, Sabtu (5/9).
Penyaluran SPHP Jatim Tembus 130 Ribu Ton
Langgeng mengatakan penyaluran SPHP akan terus dilakukan apabila ditemukan indikasi kenaikan harga maupun gangguan pasokan di lapangan.
Sejak Maret hingga September 2026, realisasi penyaluran beras SPHP di Jawa Timur telah mencapai sekitar 130 ribu ton.
Jumlah tersebut setara 130,9 persen dari target yang ditetapkan BULOG, yakni sekitar 98,7 ribu ton.
Baca Juga: Bulog Perluas Distribusi Beras Premium ke Retail Modern, Pastikan Stok Aman
Capaian tersebut menunjukkan penyaluran SPHP telah melampaui target. BULOG menilai distribusi dalam jumlah besar diperlukan untuk memperkuat ketersediaan beras di tengah kebutuhan masyarakat.
Selain beras, distribusi Minyakita juga terus diperkuat. Hingga periode yang sama, penyaluran Minyakita mencapai sekitar 18,5 juta liter melalui 4.609 mitra yang tersebar di Jawa Timur.
Jaringan tersebut mencakup pasar tradisional, ritel modern, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), koperasi BUMN dan BUMD, hingga Rumah Pangan Kita (RPK).
“Penyaluran beras SPHP dan Minyakita ini melalui mitra binaan Perum BULOG Kanwil Jatim, seperti pasar tradisional, ritel modern, KDKMP, koperasi BUMN/BUMD, hingga Rumah Pangan Kita. Mitra binaan ini sangat berperan aktif dalam penyediaan, keterjangkauan, serta ketersediaan pangan bagi konsumen dan berperan dalam menjaga inflasi,” ujar Langgeng.
Harga Beras Medium Surabaya Masih di Bawah HET
Dalam pemantauan di Pasar Tambakrejo Surabaya, harga beras medium disebut masih stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp13.500 per kilogram.
Sementara itu, beras SPHP di tingkat pedagang dijual sekitar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram. Harga tersebut masih berada di bawah batas harga yang ditetapkan untuk beras SPHP.
Harga Minyakita yang dijual pedagang binaan BULOG juga disebut maksimal sekitar Rp15.700 per liter.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan pasokan pangan di pasar masih terkendali. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena khawatir harga naik atau terjadi kelangkaan.
Stok Beras BULOG Jatim Capai 1,3 Juta Ton
BULOG Kanwil Jatim memastikan stok beras yang tersedia masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Ketersediaan stok beras 1,3 juta ton dan Minyakita 3,2 juta liter saat ini yang tersimpan di gudang BULOG Jatim sangat melimpah. Harapannya masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying,” tegas Langgeng.
Menurutnya, kekuatan stok tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pangan. Dengan persediaan yang memadai, BULOG dapat melakukan intervensi pasar apabila terjadi kenaikan harga maupun gangguan distribusi.
BULOG bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Tim Satgas Pangan Jatim juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen stabilisasi pangan.
Langkah tersebut meliputi penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP dan Minyakita, penambahan pasokan beras premium, operasi pasar, serta pengawasan harga dan distribusi secara langsung.
Pengawasan juga melibatkan pemerintah daerah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Melalui penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP dan Minyakita, penambahan pasokan beras premium, pelaksanaan operasi pasar, serta pengawasan langsung secara serentak, BULOG, Bapanas, dan Tim Satgas Pangan memastikan seluruh instrumen yang dimiliki terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas pangan nasional,” jelas Langgeng.
Dia menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar pasokan pangan tersedia secara merata dan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar serta terjangkau.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya