Google Rilis Gemini 3.8 Flash, Ada Versi Khusus Pemburu Celah Keamanan

Hany Akasah • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 12:34 WIB
ILUSTRASI: Peluncuran Google Gemini 3.8 Flash dan versi Cyber. AI terbaru ini diklaim lebih canggih untuk coding dan penambalan celah keamanan siber secara otomatis.
ILUSTRASI: Peluncuran Google Gemini 3.8 Flash dan versi Cyber. AI terbaru ini diklaim lebih canggih untuk coding dan penambalan celah keamanan siber secara otomatis.

RADAR SURABAYA BISNIS – Google resmi merilis Gemini 3.8 Flash, model kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang difokuskan untuk reasoning dan coding.

Bersamaan dengan itu, Google turut memperkenalkan Gemini 3.8 Flash Cyber, versi khusus yang dirancang untuk memburu dan menambal celah keamanan secara otomatis.

Gemini 3.8 Flash dan Gemini 3.8 Flash Cyber dirilis pada 2 September 2026, hanya berselang sekitar tiga minggu dari perilisan Gemini 3.7 Flash, sekaligus menjadi rilis Flash ketiga Google dalam enam minggu terakhir.

Baca Juga: Kemenhub Naikkan Batas Maksimal Fuel Surcharge Tiket Pesawat Jadi 40 Persen

Google menyebut Gemini 3.8 Flash sebagai model reasoning dan coding paling pintar yang pernah mereka buat, dirancang untuk kebutuhan software engineering jangka panjang, alur kerja berbasis agen AI, serta pekerjaan kompleks yang membutuhkan banyak tahapan penalaran.

Harga model ini tetap sama dengan generasi sebelumnya selama periode perkenalan, yakni 0,75 dolar AS per satu juta token input dan 3,75 dolar AS per satu juta token output.

Sementara itu, Gemini 3.8 Flash Cyber dikembangkan khusus untuk menemukan kerentanan dan membuat patch keamanan secara otomatis.

Baca Juga: Lirik Potensi Lapangan Kerja Baru, Kemnaker Percepat Penyiapan Kompetensi SDM Hadapi Green Jobs

Google mengeklaim model ini mengungguli Gemini 3.5 Flash Cyber beserta sejumlah model besar lainnya dalam benchmark CyberGym, dengan tingkat keberhasilan menemukan kerentanan di atas 70 persen pada pengujian yang mencakup 20 bahasa pemrograman.

Tim Chrome Security Google menemukan model tersebut menghasilkan 2,6 kali lebih banyak patch yang benar untuk kerentanan Chrome dibandingkan model komersial besar lain yang mereka uji.

Sementara Tim Cloud Vulnerability Research Google berhasil menemukan satu kerentanan kritis dalam waktu kurang dari dua jam menggunakan model ini, pekerjaan yang menurut Google biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Baca Juga: Salt Bread Korea Viral, Kini Hadir di Surabaya dengan Varian Es Krim

Perusahaan keamanan siber Wiz turut menguji model tersebut, dan melaporkan tingkat recall 7,5-9,7 persen lebih tinggi dengan biaya 2,3-5,2 kali lebih murah dibandingkan model besar terkemuka lainnya.

Google menegaskan model ini lebih difokuskan untuk pertahanan, seperti menemukan dan memperbaiki kerentanan, ketimbang melakukan serangan atau eksploitasi celah keamanan.

Berbeda dari versi reguler, akses Gemini 3.8 Flash Cyber dibatasi lewat Fairwind Program, yang ditujukan bagi lembaga pemerintah, otoritas keamanan siber nasional, operator infrastruktur kritis, penyedia platform teknologi inti, serta tim keamanan yang telah diverifikasi Google.

Baca Juga: Kesempatan Gabung BUMN: PT KAI Buka Lowongan Kerja Lulusan SLTA, D3, dan S1 untuk Berbagai Formasi

Gemini 3.8 Flash versi reguler sudah tersedia bagi developer lewat Gemini API, Google AI Studio, Android Studio, dan Antigravity, serta pelanggan perusahaan lewat Gemini Enterprise.

Pengguna Google AI Pro dan Ultra juga sudah dapat mengakses model ini lewat aplikasi Gemini, mode AI di Google Search, serta Gemini di Google Sheets.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
gemini ai google coding cyber crime ai