RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bergerak cepat menyiapkan kompetensi para tenaga kerja nasional guna menangkap peluang emas penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs).
Potensi sektor ramah lingkungan ini diproyeksikan mampu menyerap 5,3 juta hingga 9 juta tenaga kerja baru dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun mendatang.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa perkembangan green jobs merupakan tren global yang kini menjadi fokus utama berbagai negara di dunia.
Baca Juga: Jatim Jadi Andalan Bulog, 11 dari 13 Cabang Sudah Capai Target Serapan 100%
Oleh karena itu, tantangan mendesak saat ini adalah mengeksekusi peta jalan (roadmap) green jobs yang telah disusun menjadi tindakan nyata di lapangan.
“Kalau kita lihat dalam kacamata global, green jobs ini tidak hanya menjadi concern Indonesia tapi semua negara dan semua di dunia. Kita sudah berdiskusi cukup panjang terkait dengan roadmap khusus terkait dengan green jobs ini,” kata Yassierli saat menghadiri Indonesia’s Green Jobs Conference 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menaker menjelaskan, Kemnaker telah menyusun serangkaian modalitas komprehensif untuk menyokong pengembangan keterampilan tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan green jobs. Penyiapan ini mencakup perbaikan ekosistem pelatihan dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Banyak Warga Miskin Mendadak Kaya, 3.000 Warga Surabaya Ajukan Perbaikan Desil
“Dan peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas mulai dari tempat pelatihan dalam konteks itu adalah skill siap kerja terkait dengan green jobs ini sendiri. Kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai kepada rekognisi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yassierli menekankan bahwa keberhasilan penyiapan SDM di sektor hijau ini membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat antarkementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan terkait. Langkah antisipatif harus diambil sejak dini sejalan dengan prinsip transisi energi yang adil dan inklusif.
“Dan ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil, kita siapkan dari awal. Karena semangatnya transisi energi pun semangatnya adalah no one left behind,” pungkasnya. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis