RADAR SURABAYA BISNIS – Memasuki awal September 2026, pergerakan harga rata-rata bahan pokok di tingkat konsumen untuk wilayah Provinsi Jawa Timur terpantau mengalami fluktuasi yang cukup dinamis.
Berdasarkan pembaruan data harga pada Kamis (3/9/2026), komoditas cabai mencatatkan kenaikan harga yang paling signifikan, sementara kelompok daging unggas justru mengalami penurunan.
Lonjakan harga paling tajam terjadi pada komoditas Cabe Rawit Merah. Harga bumbu dapur ini naik sebesar Rp 2.658 atau sekitar 4,53% menjadi Rp 61.343 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya.
Baca Juga: Bertolak ke Rusia, Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama Putin di Eastern Economic Forum
Tren kenaikan juga diikuti oleh Cabe Merah Keriting yang naik Rp 740 menjadi Rp 30.206 per kilogram. Selain cabai, Minyak Goreng Curah turut merangkak naik sebesar 2,01% menjadi Rp 20.820 per kilogram.
Di sisi lain, masyarakat mendapati kabar baik dari komoditas sumber protein hewani. Harga Daging Ayam Ras turun sebesar Rp 755 (-1,92%) menjadi Rp 38.491 per kilogram.
Penurunan lebih besar terlihat pada Daging Ayam Kampung yang turun Rp 2.039 menjadi Rp 67.849 per ekor. Komoditas lain yang juga menunjukkan tren penurunan adalah Bawang Putih (Sinco/Honan) yang turun menjadi Rp 29.086 per kilogram, serta Beras Medium yang sedikit terkoreksi ke angka Rp 12.934 per kilogram.
Baca Juga: Intip Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Darat Terbesar Kedua di Dunia Resmi Dipamerkan
Fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika ketersediaan pasokan dan permintaan bahan pangan di wilayah Jawa Timur, dengan komoditas hortikultura seperti cabai masih sangat rentan terhadap perubahan harga.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surbaya Bisnis