RADAR SURABAYA BISNIS – WhatsApp menghadirkan sejumlah fitur baru untuk memperkuat keamanan akun pengguna, mencakup perlindungan saat akun didaftarkan ulang hingga keamanan saat menerima panggilan dari nomor tak dikenal. Pembaruan ini diumumkan dan dikutip dari CNET pada Rabu (26/8/2026).
Perubahan utama terletak pada sistem two-step verification. Jika sebelumnya pengguna hanya bisa membuat PIN enam digit sebagai lapisan keamanan tambahan, kini PIN tersebut bisa diganti dengan kata sandi yang lebih panjang dengan menggunakan kombinasi huruf, angka, dan karakter khusus sehingga lebih sulit ditebak.
Fitur ini dirancang untuk mencegah pengambilalihan akun, termasuk saat seseorang berhasil memperoleh kode sekali pakai (OTP) milik pengguna.
Baca Juga: Kemenkes: 3,4 Juta Warga Terdampak Asap Karhutla, Kasus ISPA Melonjak di Kalimantan
WhatsApp juga memperluas dukungan passkey, memungkinkan pengguna menyimpan lebih dari satu passkey dalam satu akun.
Fitur ini berguna bagi pengguna dengan banyak perangkat, karena mereka bisa masuk kembali ke akun menggunakan metode autentikasi seperti sidik jari, Face ID, atau kunci layar perangkat.
WhatsApp mengklaim lebih dari satu miliar orang telah menggunakan passkey untuk mengamankan akun mereka, teknologi yang memungkinkan proses masuk tanpa kata sandi konvensional yang rentan phishing.
Baca Juga: Servis Murah Yamaha dan Beragam Hadiah Meriahkan Gebyar UMKM Sidoarjo
Selain itu, pengguna Android kini mendapat informasi lebih lengkap saat menerima panggilan dari nomor yang belum tersimpan di kontak, seperti negara asal nomor tersebut dan apakah penelepon memiliki grup yang sama dengan pengguna. Informasi ini diharapkan membantu pengguna menilai kredibilitas panggilan asing sebelum memutuskan untuk menjawabnya.
Dengan tiga pembaruan ini, WhatsApp menyatakan berupaya membuat perlindungan akun menjadi lebih kuat sekaligus tetap mudah digunakan oleh penggunanya.
Baca Juga: Sepeda Onthel Juga Dipajakin dan Kena Tilang di Surabaya, Tapi Itu Dulu
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surbaya Bisnis