RADAR SURABAYA BISNIS – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menanggapi perbincangan soal potensi efisiensi aparatur sipil negara (ASN) seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia menegaskan AI hanya berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti tugas ASN.
"AI itu alat bantu kerja yang bisa mempercepat proses pekerjaan tertentu," kata Zudan saat dihubungi, Selasa (25/8/2026).
Ia menyebut hingga kini seluruh proses terkait kebutuhan ASN masih berjalan normal, dan belum ada pembahasan khusus internal BKN terkait isu AI ini.
Baca Juga: Tembus Rp40,09 Triliun, Investasi di Jatim Serap 74 Ribu Tenaga Kerja
"Semua berjalan natural, biasa dan sesuai kebutuhan. Wajar-wajar saja, belum ada yang mendesak," tuturnya.
Sebelumnya, isu ini mencuat dalam rapat kerja Komisi II DPR bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf menyoroti potensi pemanfaatan AI dapat mengefisienkan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan beberapa orang sekaligus.
Baca Juga: Danantara Bidik Tambahan Rp88 Triliun dari Ekspor SDA, Ini Strateginya
"Kalau dulu kita memerlukan ada dua tiga orang untuk membuat sebuah presentasi, sekarang tidak perlu, ya," kata Dede.
Dede menilai perkembangan digitalisasi perlu diikuti evaluasi terhadap kebutuhan jumlah ASN di daerah, dengan mencontohkan kondisi kantor kecamatan yang saat ini dapat memiliki puluhan pegawai.
Menurutnya, dengan adanya digitalisasi, jumlah pegawai idealnya bisa lebih ramping, sekitar 15 hingga 20 orang saja. Ia turut mempertanyakan kesiapan pemerintah menghadapi perubahan ini, termasuk kemungkinan berkurangnya kebutuhan ASN akibat penerapan teknologi ke depan.
Baca Juga: Bangga! Dari AI hingga Kesehatan, 8 Startup RI Masuk Daftar Bergengsi Forbes Asia 2026
Meski isu ini ramai dibahas di kalangan legislator, Kepala BKN memastikan belum ada kebijakan atau langkah konkret yang diambil terkait potensi pengurangan ASN akibat perkembangan AI.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surbaya Bisnis