Bangga! Dari AI hingga Kesehatan, 8 Startup RI Masuk Daftar Bergengsi Forbes Asia 2026

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:35 WIB
ILUSTRASI: Delapan startup inovatif RI yang sukses menembus daftar prestisius Forbes Asia 100 to Watch 2026.
ILUSTRASI: Delapan startup inovatif RI yang sukses menembus daftar prestisius Forbes Asia 100 to Watch 2026.

RADAR SURABAYA BISNIS - Sebanyak delapan perusahaan rintisan (startup) asal Indonesia berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional dengan masuk ke dalam daftar bergengsi Forbes Asia "100 to Watch 2026". 

Deretan startup ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang kuat di kawasan Asia-Pasifik, menyoroti ekosistem inovasi di Tanah Air yang semakin matang.

Melansir dari daftar tersebut, kedelapan startup kebanggaan Indonesia ini bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari teknologi enterprise, teknologi keuangan (fintech), e-commerce, kesehatan, teknologi konsumen, hingga energi hijau.

Baca Juga: Honda Super-ONE Debut di Surabaya, Mobil Listrik Compact Honda Jadi Daya Tarik GIIAS 2026

Secara global, posisi Indonesia berada di peringkat kelima bersama Australia, yang masing-masing menyumbang delapan perusahaan. 

Posisi teratas masih didominasi oleh India (19 perusahaan), diikuti Singapura (15 perusahaan), China (10 perusahaan), serta Jepang dan Korea Selatan (masing-masing 9 perusahaan).

Forbes Asia menyoroti inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai tema utama pada tahun 2026. Hal ini tercermin dari banyaknya startup yang memanfaatkan AI untuk memberikan solusi bisnis dan konsumen.

Baca Juga: Tak Berizin, Panti Asuhan Baitul Yatim Tandes Ditutup, Berikut Nasib 35 Anak Asuh

Berikut adalah delapan startup asal Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar Forbes Asia 100 to Watch 2026:

1. Cekat.AI

Bergerak di sektor teknologi enterprise, Cekat.AI yang didirikan pada 2023 dan dipimpin oleh Matthew Sebastian ini mencerminkan kuatnya tren adopsi AI di Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada solusi operasional dan produktivitas bisnis berbasis kecerdasan buatan.

2. Durianpay

Didirikan pada 2020 oleh Natasha Ardiani, Durianpay hadir di sektor fintech. Startup ini membuktikan bahwa inovasi keuangan di Indonesia tidak hanya berkutat pada konsumen ritel, tetapi juga krusial untuk transaksi Business to Business (B2B).

3. Grouu

Bergerak di sektor e-commerce dan ritel, Grouu didirikan oleh Jessica Marthin pada 2020. Masuknya Grouu menunjukkan bahwa sektor perdagangan digital di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas di tengah pergeseran perilaku konsumen.

4. Loluna

Dipimpin oleh Bianca Belnadia Lie sejak 2022, Loluna juga mewakili sektor e-commerce dan ritel. Startup ini menjadi bukti bahwa perusahaan rintisan muda mampu menarik perhatian regional lewat pemanfaatan teknologi digital yang tepat guna.

Baca Juga: TKD 2027 Dipangkas Jadi Rp735 Triliun, Berikut Dampaknya pada Keuangan Daerah

5. Satu Dental

Mengembangkan ekosistem kesehatan preventif, Satu Dental yang dipimpin Satria Situmorang mengelola lebih dari 56 klinik gigi di Jabodetabek dan kota lainnya. Startup ini telah menghimpun lebih dari US$20 juta dan menargetkan ekspansi hingga 60 lokasi pada akhir 2026.

6. Sirka

Didirikan pada 2021 oleh Rifanditto Adhikara, Sirka memulai perjalanannya dari aplikasi wellness sebelum merambah ke klinik fisik pada 2024. Sirka berfokus pada manajemen berat badan dan pencegahan penyakit kronis.

7. Soul Parking

Di sektor teknologi konsumen, ada Soul Parking yang didirikan oleh Kenneth Darmansjah pada 2020. Startup ini membawa inovasi digital untuk menjawab permasalahan parkir yang kerap menjadi tantangan di kota-kota besar Indonesia.

8. Waste4Change

Berdiri sejak 2014 dan dipimpin oleh Mohamad Bijaksana Junerosano, Waste4Change mewakili sektor teknologi hijau. Perusahaan pengelolaan sampah berkelanjutan ini mengklaim telah mengelola lebih dari 90.000 ton sampah dan membantu korporasi serta rumah tangga menuju target lingkungan yang lebih bersih.

Baca Juga: PGRI Jatim Minta Kuota Guru PPPK Jadi ASN Diperbesar, Guru Lama Diprioritaskan

Secara regional, 100 perusahaan yang masuk dalam daftar prestisius ini telah berhasil menghimpun total pendanaan mencapai US$ 2,4 miliar (sekitar Rp 42,5 triliun). Menariknya, hampir US$ 1 miliar dari angka tersebut dihimpun hanya sepanjang tahun 2026.

Forbes Asia menyusun daftar ini melalui proses nominasi ketat dari akselerator, inkubator, modal ventura, dan universitas. Kriteria penilaian mencakup dampak industri, kecocokan pasar (market fit), model bisnis, inovasi, hingga pertumbuhan pendapatan yang menjanjikan.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
start up Forbes Asia internasional enterpreneur inovasi