RADAR SURABAYA BISNIS — Sebanyak 17 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur sukses memamerkan produk unggulan mereka secara langsung pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
Pameran berskala nasional ini diselenggarakan di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20–23 Agustus 2026.
Keikutsertaan ini menjadi pendorong strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di kancah global.
Baca Juga: Bayar Pajak Kendaraan di Surabaya Makin Mudah, Cukup Pakai ATM Samsat QRIS!
Selain belasan UMKM yang hadir secara luring, terdapat 55 UMKM binaan BI Jatim lainnya yang turut berpartisipasi memamerkan produknya secara daring. Ragam produk yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari wastra, kriya, fesyen, kopi, hingga olahan makanan dan minuman.
Secara nasional, ajang KKI 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” ini diikuti oleh lebih dari 550 UMKM luring dan lebih dari 1.300 UMKM daring. Antusiasme ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Bagi perekonomian daerah, penguatan sektor UMKM memiliki nilai yang sangat vital. Saat ini, terdapat sekitar 2,57 juta unit UMKM di Jawa Timur yang mampu menyerap sekitar 96,3 persen tenaga kerja. Sektor ini juga tercatat memberikan kontribusi lebih dari 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah tersebut.
Baca Juga: Libur Panjang Maulid Nabi, 162 Ribu Penumpang Bakal Naik Kereta dari Surabaya
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka acara menegaskan bahwa penguatan UMKM ke depan akan terus difokuskan pada tiga pilar utama, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.
Menurutnya, ketangguhan diwujudkan melalui penguatan struktur usaha, pembiayaan berkelanjutan, inovasi produk, serta perluasan akses pasar, baik domestik maupun ekspor.
Senada dengan visi tersebut, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM mutlak membutuhkan sinergi yang berkelanjutan.
Baca Juga: CitraLand Driyorejo Hadirkan Rumah Sekalian Ruko untuk Anak Muda, Harga Mulai Rp1,3 Miliar
Keterlibatan di KKI 2026 tidak hanya sebatas memperkenalkan produk kepada konsumen, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring bisnis melalui business matching pembiayaan, ekspor, dan penguatan rantai pasok
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surbaya Bisnis