Ulama Madura Klarifikasi Isu Tolak Industri di Bangkalan, Bassra Akan Serap Aspirasi Warga

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:18 WIB
Ulama Madura menilai rencana pembangunan dan industrialisasi merupakan persoalan strategis yang perlu dibahas secara hati-hati.
Ulama Madura menilai rencana pembangunan dan industrialisasi merupakan persoalan strategis yang perlu dibahas secara hati-hati.

radarsurabayabisnis.id - Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) membantah kabar yang menyebut organisasi tersebut telah mengambil sikap menolak rencana pembangunan industri di Bangkalan.

Sekretaris Jenderal Bassra KH Syafik Rofi’i mengatakan pembahasan mengenai arah pembangunan Bangkalan memang sempat dilakukan dalam rapat organisasi. Namun, sejumlah pandangan yang muncul dalam forum tersebut belum menjadi keputusan kelembagaan.

"Belum ada sikap Bassra untuk menolak. Itu masih pemikiran yang muncul dalam pembahasan, bukan kesepakatan atau keputusan," ujar Syafik di Bangkalan, Selasa (18/8).

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul informasi yang mengaitkan rapat Bassra dengan sikap penolakan terhadap rencana pembangunan industri di Bangkalan.

Baca Juga: Tiongkok Pilih Madura Jadi Kawasan Industri Baru, Bangkalan Disiapkan sebagai Pusat Manufaktur

Pandangan dalam Rapat Belum Jadi Sikap Resmi

Syafik menjelaskan, dalam pertemuan tersebut memang muncul sejumlah pandangan mengenai arah pembangunan Madura. Salah satunya adalah gagasan agar kepentingan dan pembangunan di tingkat provinsi lebih dahulu menjadi perhatian.

Namun, gagasan tersebut masih sebatas pandangan yang membutuhkan pembahasan lebih lanjut. Karena itu, menurut Syafik, tidak tepat jika pandangan yang disampaikan dalam forum tersebut disebut sebagai sikap resmi Bassra.

"Kalau disebut Bassra sudah memutuskan atau menyepakati menolak rencana industri di Bangkalan, itu tidak benar," tegasnya.

Ia menambahkan, rapat yang menjadi sumber munculnya isu tersebut belum menghasilkan keputusan final. Forum tersebut juga tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan sebagai pernyataan resmi organisasi.

Baca Juga: Gandeng Tiongkok, Pemerintah Siap Sulap Madura Jadi Pusat Industri Modern

Syafik meminta publik dapat membedakan antara pandangan personal yang disampaikan dalam forum dengan keputusan kelembagaan.

"Bassra tidak pernah memutuskan, menyepakati atau memberikan pernyataan untuk menolak rencana industrialisasi di Bangkalan," katanya.

Bassra Akan Serap Aspirasi Masyarakat Madura

Sebelum menentukan sikap, Bassra akan meminta pandangan dari berbagai unsur masyarakat. Masukan tersebut akan melibatkan ulama, tokoh masyarakat, kalangan intelektual hingga elemen masyarakat lainnya.

Menurut Syafik, langkah tersebut diperlukan agar keputusan yang nantinya diambil tidak hanya merepresentasikan pandangan sebagian pihak, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan masyarakat Madura secara lebih luas.

Sebagai ulama asal Bangkalan, Syafik menilai rencana pembangunan dan industrialisasi merupakan persoalan strategis yang perlu dibahas secara hati-hati. Aspirasi masyarakat, kata dia, harus menjadi salah satu pertimbangan sebelum organisasi mengambil sikap.

Karena itu, ia meminta agar informasi mengenai pembahasan internal Bassra tidak dipelintir menjadi keputusan resmi organisasi terkait rencana industrialisasi di Bangkalan.

Editor : Hany Akasah
Bassra Industrialisasi Bangkalan Industri Madura Ulama Madura bangkalan