RADAR SURABAYA BISNIS - Perusahaan teknologi asal Finlandia, Jolla, resmi memperkenalkan smartphone terbarunya bernama Jolla Phone.
Berbeda dari mayoritas ponsel di pasaran, perangkat ini hadir sebagai "ponsel Linux sejati" yang berjalan dengan sistem operasi (OS) Sailfish 5, bukan Android.
Keunggulan utama dari Jolla Phone terletak pada sistem keamanan dan privasinya. Sistem operasi Sailfish 5 dirancang secara khusus untuk menjaga privasi pengguna, tanpa pelacakan, tanpa pengiriman data diam-diam ke server, dan tanpa modul analitik tersembunyi.
Meski tidak menggunakan OS buatan Google, ponsel ini tetap memiliki kompatibilitas untuk menjalankan aplikasi Android. Menariknya, pengguna diberikan kebebasan penuh untuk menghapus layanan Google kapan saja.
Untuk perlindungan esktra, Jolla juga menyematkan tombol privasi fisik yang dapat langsung mematikan fungsi mikrofon, kamera, dan Bluetooth.
Beralih ke sektor dapur pacu, Jolla Phone ditenagai chipset MediaTek yang dipadukan dengan RAM 12 GB dan ruang penyimpanan 256 GB yang bisa diperluas dengan kartu microSD.
Baca Juga: Kementerian ESDM Perketat Regulasi Cegah Perdagangan Emas Ilegal
Tampilan visualnya ditopang layar AMOLED berukuran 6,36 inci beresolusi Full HD (kerapatan 390 ppi) serta dilindungi Gorilla Glass.
Pada aspek fotografi, perangkat ini dibekali kamera belakang ganda dengan lensa utama 50 MP dan lensa ultrawide 13 MP. Sementara itu, kamera depan disematkan pada desain poni (notch) di bagian atas layar.
Satu nilai tambah yang jarang ditemui pada ponsel modern saat ini adalah desain modular pada baterai dan bodinya. Baterai berkapasitas 5.500 mAh pada Jolla Phone dirancang agar dapat dilepas dan diganti sendiri oleh penggunanya, begitupun dengan panel penampang belakangnya.
Baca Juga: Taiwan Tawarkan Wisata Ramah Muslim, Bidik Penerbangan Langsung dari Surabaya
Fitur pelengkap lainnya meliputi pemindai sidik jari di samping (side-mounted), NFC, koneksi 5G, Dual SIM, dan jaminan pembaruan sistem operasi minimal hingga lima tahun ke depan.
Jolla Phone dibanderol dengan harga 499 euro atau sekitar Rp6,9 juta. Ponsel pintar ini ditargetkan mulai dikirim ke tangan konsumen pada akhir semester 2026, dengan ketersediaan awal di wilayah Inggris, Norwegia, Swiss, dan Uni Eropa.
Baca Juga: Pertama dalam 1 Dekade, Instagram Ganti Font Logo dengan Tampilan Unik
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surbaya Bisnis